Golkar Institute

Erwin Aksa Dampingi Jusuf Kalla Berbagi Pengalaman Kepemimpinan di Golkar Institute

Mantan Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menceritakan pengalaman kepemimpinannya di hadapan kader-kader muda Golkar

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Ari Maryadi
Dokumen pribadi Erwin Aksa
Wakil Ketua Umum DPP Golkar Bidang Penggalangan Strategis Erwin Aksa mendampingi Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 memberikan “Kuliah Umum” tentang Kepemimpinan kepada peserta Executive Education Program For Young Political Leaders 8 Golkar Institute, Selasa (23/8/2022) di Kantor DPP Partai Golkar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA -- Mantan Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla didaulat memberikan “Kuliah Umum” tentang Kepemimpinan kepada peserta Executive Education Program For Young Political Leaders 8 Golkar Institute, Selasa (23/8/2022) di Kantor DPP Partai Golkar.

Jusuf Kalla didampingi Wakil Ketua Umum DPP Golkar Bidang Penggalangan Strategis Erwin Aksa.

Di awal paparannya, Jusuf Kalla, sapaan, menyampaikan untuk menjadi seorang politisi, harus punya strategi dan perhitungan yang detail.

Seorang pemimpin, menurut Jusuf Kalla, mempunyai tugas utama yaitu menginspirasi, menyatukan, memotivasi dan mengeksekusi/mengambil keputusan.

Bagi Jusuf Kalla, pemimpin juga harus mempunyai kemampuan intelektual, mampu berdiskusi dan mendengarkan, dan konsisten dengan keputusannya.

“Sebagai pemimpin personalitynya harus bisa dihargai. Punya kemampuan intelektual yang baik. Punya pengalaman. Jangan nanti jadi presiden baru cari pengalaman,” ujar Jusuf Kalla.

Mantan Ketua Umum DPP Golkar itu berpesan kepada para peserta program, jika nanti kelak menjadi seorang pemimpin, harus mengetahui semua permasalahan yang terjadi di masyarakat dan mampu menyelesaikan masalah.

Menurutnya, untuk menyelesaikan masalah, seorang pemimpin harus memiliki kepemimpinan dan kepercayaan yang tinggi.

“Kalau anda punya leadership, punya trust, memahami dan menguasai masalah, maka bisa anda selesaikan masalah-masalah itu,” kata Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla menyebut, seorang pemimpin harus mengambil keputusan yang tepat dan perhitungan yang detail sehingga risiko dari keputusan tersebut minim.

“Simpel, sederhana dan jangan berputar-putar,” terang Jusuf Kalla.

“Pemimpin itu mengambil keputusan cepat dan tepat serta berani mengambil resiko," katanya.

Jusuf Kalla menyampaikan dirinya meniti karier politik dari bawah.

Pada masa kuliah, Jusuf Kalla aktif sebagai aktivis mahasiswa.

“Saya awalnya di politik, anggota DPRD. Kemudian saya menjadi Anggota MPR. Selalu utusan daerah. Setelah Anggota MPR, saya jadi Menteri. Setelah jadi Menteri, naik sedikit jadi Menko (Menteri Koordinator). Setelah itu jadi Wapres” kata Jusuf Kalla memaparkan karir politiknya.

“Saya Anggota Golkar yang paling tua. Waktu itu jadi pengurus pemuda Golkar tahun 1965. Waktu itu masih Sekber Golkar," lanjut Jusuf Kalla.

Di hadapan kader-kader muda Golkar, Jusuf Kalla juga berbagi pengalaman sebagai “Juru Damai” dalam beberapa konflik di Indonesia.

Seperti Aceh, Ambon, Poso hingga konflik internasional.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved