Tidak Selamanya Minta Maaf Berarti Mengaku Salah, Ada yang Minta Maaf karena Cinta

Psikoanalis Amerika Gerald Schoenewolf menyebutkanada tujuh macam jenis minta maaf. Tidak semuanya karena mengaku salag

Editor: AS Kambie
Tidak Selamanya Minta Maaf Berarti Mengaku Salah, Ada yang Minta Maaf karena Cinta
Supratman Supa Athana
Supratman Supa Athana, Pengajar Kajian Timur Tengah, Departemen Sastra Asia Barat FIB Unhas. Sejak tahun 2022 ini, Supratman Supa Athana menjabat Kepala Bidang Humas Unhas.

Oleh: Supratman Supa Athana
Dosen Prodi Sastra Arab FIB Unhas dan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM - Meminta maaf biasanya dipahami sebagai pengakuan bersalah atas suatu perbuatan.

Banyak orang yang merasa berat untuk minta maaf walau secara pribadi, disadari bahwa kita telah melakukan kesalahan.

Tetapi dengan semua kesulitan itu, pada akhirnya kita telah meminta maaf berkali-kali.

Permintaan maaf memiliki beberapa pencapaian.

Capaian paling sederhana adalah aspek moralnya membuat hati nurani kita akan lebih nyaman dan kita akan tidur lebih nyenyak.

Kedua, mempertahankan hubungan baik dengan pihak lain.

Dan ketiga, mempertahankan citra baik.

Ada banyak pendapat dan penelitian terkait strategi dan motivasi orang meminta maaf.

Saya akan menyampaikan pendapat Gerald Schoenewolf ( 2015) tentang jenis minta maaf. Pertama, minta maaf dengan maksud menenteramkan ( apologizing to Appease ).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved