Opini Muhaemin Latif

Opini Muhaemin Latif: Praktik Korupsi di Negeri +62

Penangkapan Rektor Universitas Lampung (UNILA) beserta jajarannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi telah menghentakkan negeri kita.

DOK PRIBADI
Muhaemin Latif - Penulis opini Praktik Korupsi di Negeri +62 

Oleh: Dr Muhaemin Latif
Dosen Filsafat Etika UIN Alauddin Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Penangkapan Rektor Universitas Lampung (UNILA) beserta jajarannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi telah menghentakkan negeri kita.

Belum lagi usai drama Ferdy Sambo, telah hadir drama lagi, namun ini terkait korupsi yang dilakukan oleh salah seorang rektor perguruan tinggi negeri.

Perguruan tinggi yang sejatinya mengajarkan filsafat etika dan moral.

Tempat dimana idealnya ajaran kebajikan dan kesucian disemai.

Namun itulah yang terjadi, perguruan tinggi tidak hanya memproduksi jaksa, hakim, pembela hukum, tetapi juga ternyata koruptor.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa korupsi adalah jenis kejahatan yang tergolong luar biasa dalam dunia criminal (extra ordinary crime).

Kategorisasi ini tentu tidak bisa dilepaskan dari dampak yang ditimbulkan dari kejahatan korupsi ini.

Ia tidak hanya merusak secara materil rongga-rongga kehidupan berbangsa yang berakibat tingginya kesenjangan (gap) ekonomi antara berbagai kelas dalam masyarakat, tetapi yang lebih menghawatirkan dari praktik korupsi ini adalah robohnya benteng nurani manusia serta rusaknya mental dan cara pandang sekelompok manusia dalam menapaki kehidupannya.

Mental berpikir instan, mengharapkan hasil yang serba instan pula, serta kecenderungan hidup dalam relung-relung hedonisme adalah beberapa stimulus yang memicu lahirnya praktik korupsi di berbagai lapisan pemerintahan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved