Mantan Dirut PDAM Sinjai Jadi Tersangka Dugaan Korupsi hingga Rugikan Negara Rp1 Miliar

Total dana hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di tahun 2017, tahun 2018 dan tahun 2019 senilai Rp 9 miliar lebih.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Kepala Kejari Sinjai Zulkarnain Lopa menggelar jumpa pers penetapan Suratman sebagai tersangka di Kejari Sinjai, Senin (22/8/2022). 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Kejaksaan Negeri Sinjai, Sulawesi Selatan menetapkan mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sinjai, Suratman jadi tersangka.

Kejari menetapkan Suratman sebagai tersangka dalam bantuan dana hibah pemerintah pusat kepada PDAM Sinjai mulai tahun 2017 lalu.

Suratman dinilai merugikan negara dari dana hibah dari pemerintah pusat lebih Rp 1 miliar lebih.

PDAM Sinjai mendapat bantuan dana hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selama tiga tahun berturut-turut.

Dana hibah APBN itu mulai diserahkan kepada PDAM tahun 2017, 2018 dan 2019.

Dana ini diperuntukkan untuk pembangunan instalasi di beberapa kecamatan termasuk di Kecamatan Sinjai Utara, Ibukota Kabupaten Sinjai.

Setelah dipasang intalasi air dari jaringan induk ke rumah-rumah pelanggan ditemukan banyak yang tidak sesuai dengan perencanaan.

" Pemasangan pipa banyak yang rusak tidak sesuai dengan perencanaan dan ini merugikan negara Rp 1 miliar lebih dari total anggaran yang ada," kata Kepala Kejari Sinjai, Zulkarnaen Lopa, Senin (22/8/2022).

Total anggaran Rp 2 miliar lebih tahun 2017, tahun 2018 dan tahun 2019 masing-masing sebesar Rp 3 miliar lebih sehingga total 9 miliar lebih.

Namun dalam pelaksanaannya ditemukan banyak tidak sesuai dangan perencanaan awal dan merugikan negara.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved