1.629 Calon Maba Mendaftar di UT, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Terbanyak

Dari jumlah tersebut, Fakuktas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka paling banyak diminati calon mahasiswa baru.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Kepala UPBJJ-UT Makassar Drs Hasanuddin MSi mengatakan saat ini calon mahasiswa baru yang mendaftar di Universitas Terbuka 1.629 dari target 9.000 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Terbuka (UT ) Makassar tahun 2022 menargetkan jumlah mahasiswa 9.000 orang.

Namun, pendaftaran calon mahasiswa baru UT Makassar baru mencapai 1.629 orang per Selasa (16/8/2022).

Dari jumlah tersebut, Fakuktas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka paling banyak diminati calon mahasiswa baru.

Data ini disampaikan Kepala UPBJJ-UT Makassar Drs Hasanuddin MSi.

Dikatakan Drs Hasanuddin MSi, jumlah pendaftar calon mahasiswa baru UT untuk FHISIP sebanyak 656 orang.

Menyusul dibawahnya, ada Fakuktas Ekonomi (FE) hanya 444 orang.

Lalu ada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ( FKIP ) 426 orang, serta Fakuktas Sains dan Teknologi (FST) sebanyak 103 orang.

"Secara keseluruhan jumlah pendaftar calon mahasiswa baru di UPBJJ - UT Makassar sebanyak 1.629 orang per pukul 09.30 wita, Selasa 16 Agustus 2022 dari target mahasiswa 9.035 orang," ujar Drs Hasanuddin, Senin (22/8/2022)

"Untuk mencapai target 9.000 mahasiswa, maka seharusnya yang mendaftar dapat menembus angka 3.388 mahasiswa baru yang diterima," sambungnya

Dari 1.629 mahasiswa UT yang diterima tahun ini, pendaftar terbanyak ada di Makassar 368 orang.

Lalu Kab Gowa 140 orang, Maros 120 orang, Lutim 117 orang, Pangkep 100 orang, Bone 62 orang, Tana Toraja 61 orang, Bulukumba 60 orang, Sidrap 40 orang, Luwu 36 orang,I Luwu Utara 33 orang, Pinrang 31 orang, Enrekang 29 orang, Parepare 27 orang, Toraja Utara 26 orang serta Palopo 19 orang dan kabupaten lainnya di Sulsel.

Meskipun target belum dicapai, Drs Hasanuddin optimis keberadaan 8 Sentra Layanan (SALUT) di Sulsel bisa membuat mahasiswa lebih berkembang.

Di Sulsel, SALUT telah hadir di Bone, Wajo, Gowa, Jeneponto, Maros, Pangkep, Parepare dan Palopo.

"Satu hal yang perlu dipahami oleh pengelola di daerah dapat mengambil hati masyarakat dengan memaksimalkan pelayanannya kepada masyarakat," tutup Drs Hasanuddin.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved