Mentan Syahrul YL Paparkan Pentingnya Pelatihan Literasi Keuangan Bagi Petani

Melalui pelatihan ini, Menteri Pertanian memaksimalkan pengetahuan rumah tangga petani tentang literasi keuangan.

TribunGowa.com/Sayyid Zulfadli
Menteri Pertanian RI Prof Syahrul Yasin Limpo membuka langsung pelatihan literasi keuangan bagi perwakilan rumah tangga petani program readsi di Kantor BBPP Batangkaluku, Kabupaten Gowa, Sabtu (20/8/22). 

TRIBUN-GOWA.COM - Menteri Pertanian RI Prof Syahrul Yasin Limpo berharap dengan pelatihan literasi keuangan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.

Demikian disampaikannya saat membuka pelatihan literasi keuangan bagi perwakilan rumah tangga petani program readsi di Kantor BBPP Batangkaluku, Kabupaten Gowa, Sabtu (20/8/22).

Melalui pelatihan ini, Kementan RI memaksimalkan pengetahuan rumah tangga petani tentang literasi keuangan.

Termasuk pemanfaatan smart farming dan KUR.

Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pemulihan pandemi Covid-19, perubahan iklim, serta perang Rusia-Ukraina menjadi hambatan utama untuk mencapai tujuan pembangunan, yaitu kecukupan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia.

"Oleh sebab itu, kecukupan pangan menjadi super prioritas mengingat terjadinya krisis pangan global, dan di Indonesia sudah kita rasakan gejolak harga bahan pangan," ujarnya.

Dijelaskannya, selain menjadi hambatan, kondisi ini dapat memunculkan booming komoditas pertanian yang berpeluang meningkatkan kesejahteraan petani.

"Agar peluang ini dapat mendorong kesejahteraan petani, maka petani harus mampu mengelola dan merencanakan keuangan rumah tangga dan usaha tani saat ini maupun di masa mendatang," jelasnya.

Menurutnya, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan sebesar 38,03 persen.

Sedangkan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19 persen.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved