Pelatihan Penyandang Disabilitas

Tingkatkan Partisipasi Penyandang Disabilitas saat Pemilu, PPDI Gaet UMJ dan IFES Gelar Pelatihan

Program ini diusulkan untuk menjawab beberapa permasalahan yang dihadapi oleh pemuda disabilitas yang pada umumnya memiliki keterbatasan pengetahuan,

Penulis: Desi T Aswan | Editor: Hasriyani Latif
Dok Pribadi
Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) berkolaborasi bersama International Foundation Election System (IFES) dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang didanai oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) melaksanakan program Engage Training (Engaging a New Generation for Accesible Governance & Elections). Pelatihan ini dilaksanakan sejak November 2021 sampai dengan Agustus 2022. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) berkolaborasi bersama International Foundation Election System (IFES) dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang didanai oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) melaksanakan program Engage Training (Engaging a New Generation for Accesible Governance & Elections).

Pelatihan ini dilaksanakan sejak November 2021 sampai dengan Agustus 2022.

Dalam rilis yang diterima Tribun-Timur.com, Jumat (19/8/2022) dijelaskan pelatihan ini merujuk pada kurangnya partisipasi penyandang disabilitas sebagai warga negara saat pemilu.

Akibatnya dapat menimbulkan resiko menjadi pemuda disabilitas yang apatis dalam pembangunan negara yang demokratis.

Program Engage Training menyasar pemuda disabilitas sebagai calon pemimpin dan pemilih di Indonesia.

Program ini diusulkan untuk menjawab beberapa permasalahan yang dihadapi oleh pemuda disabilitas yang pada umumnya memiliki keterbatasan pengetahuan, akses dan seringkali mengalami berbagai praktik diskriminasi dalam menjalankan dan memperoleh hak politiknya.

Peserta yang mengikuti program ini sebanyak 22 mahasiswa dari berbagai universitas di Jabodetabek.

Rangkaian kegiatan program yang dilakukan yaitu mulai dari pembukaan program, pembekalan fasilitator, pelatihan peserta, projek komunitas yang bekerja sama dengan KPU DKI Jakarta dan Bawaslu RI dilanjutkan magang peserta di KPU DKI Jakarta dan Bawaslu RI serta penutup program.

Peserta Engage Training, Alfrida Hermawati dari UMJ menyebutkan pelatihan ini mengubah pandangannya terkait politik dan kepemimpinan.

"Engage Training yang telah saya ikuti sangat memberikan dampak yang positif. Saya mendapatkan pengetahuan baru terutama tentang politik dan kepemimpinan," jelasnya.

Selama berjalannya proses pelatihan, tutur Alfrida, tentunya dibutuhkan tim yang saling bekerja sama demi tercapainya sebuah tujuan.

"Dalam hal ini, tidak terlepas dari hambatan atau masalah yang mungkin akan dihadapi," jelasnya.

Seperti terbenturnya jadwal pelaksanaan program dengan kegiatan peserta di kampus seperti ujian.

Kemudian menjadi perhatian dari pihak penyelenggara agar mengatur waktu yang sesuai sehingga peserta tetap dapat mengikuti program dan mengikuti kegiatan kampus.

Project Manager program Engage Training Fajri Hidayatullah menyampaikan harapannya.

"Semoga program Engage Training bisa dilaksanakan di seluruh Indonesia untuk memberikan pendidikan politik bagi pemuda disabilitas," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved