Cakupan Imunisasi Campak dan Rubella BIAN Makassar Paling Rendah di Sulsel

Salah satu upaya Dinkes Makassar untuk menambah nilai cakupan imunisasi, yakni dengan melakukan jemput bola di lapangan.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Dinas Kesehatan Provinisi Sulawesi Selatan bersama Unicef dan AJI Makassar melakukan media briefing Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Jumat (19/8/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kota Makassar menjadi daerah dengan cakupan imunisasi campak dan rubella
Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) paling rendah.

Data dari Dinas Kesehatan Sulsel capaian imunisasi BIAN Kota Makassar baru diangka 52,79 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Makassar, A. Mariani mengatakan rendahnya capaian imunisasi masyarakat karena besarnya jumlah sasaran yang diberikan dari pemerintah pusat.

Target vaksinasi MR Makassar sebanyak 280 ribu.

Namun kesesuaian data di lapangan, jumlah sasaran hanya sekitar 200 ribu.

"Kalau kami pakai sasaran ril yang 200 ribuan itu, persentasenya sudah bisa di angka 75 persen. Kan data pusat itu data prediksi, bukan data ril, dan yang dilaporkan itu pakai angka dari pusat makanya kami banyak selisih," jelas A. Mariani.

Hingga saat ini, jumlah orang yang telah divaksin MR di Makassar mencapai 150 ribu orang.

Ia pun optimistis bisa mengejar target imunisasi, apalagi perpanjangan BIAN hingga Desember mendatang.

"Kalau mencontoh vaksinasi MR lalu yang dari Agustus diperpanjang sampai Desember, itu sampai di angka 98 persen. Jadi kami dikasih terus perpanjangan waktu untuk capai sasaran," jelasnya.

Salah satu upaya Dinkes Makassar untuk menambah nilai cakupan imunisasi, yakni dengan melakukan jemput bola di lapangan.

Biasanya, imunisasi dilakukan hanya menunggu orang datang di posyandu, di puskesmas, sekarang Dinkes juga menyasar sekolah-sekolah.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, Erwan Tri Sulistyo mengatakan, ada beberapa kendala minimnya persentase imunisasi di beberapa daerah.

Antara lain, persepsi masyarakat bahwa yang diberikan kepada anak adalah vaksin covid, sehingga mereka tidak bersedia anaknya divaksinasi, apalagi anak dibawah enam tahun.

Selanjutnya, untuk anak usia sekolah yang telah mendapatkan vaksin covid-19, enggan anaknya diimunisasi karena khawatir anaknya divaksin berulang-ulang.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved