Siapa Andi Sonny Tersangka Baru Kasus Korupsi NA? KPK Bongkar Uang Rp2,8 Milliar dari Edy Rahmat

Sonny cs diduga terlibat dalam dugaan kasus suap terkait pengurusan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel)

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Saldy Irawan
KOMPAS.COM
Ilustrasi KPK. Setelah Nurdin Abdullah, Agus Sucipto dan Edy Rahmat, KPK kembali menetapkan auditor Badan Pemeriksa Keuangan sebagai tersangka kasus suap proyek infrastruktur di Sulsel.    

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rupanya terus mengejar pihak pihak yang diduga ikut menikmati uang korupsi yang meneyeret mantan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA). 

Setelah Nurdin Abdullah, Agus Sucipto dan Edy Rahmat, KPK kembali menetapkan auditor Badan Pemeriksa Keuangan sebagai tersangka kasus suap proyek infrastruktur di Sulsel.   

Auditor BPK yang ditetapkan tersangka baru dalam kasus Nurdin Abdullah yakni Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Sulawesi Tenggara atau Kepala BPK Sultra Andi Sonny.

Andi Sonny adalah mantan Kasuauditorat Sulsel I BPK Sulsel.

Sonny cs diduga terlibat dalam dugaan kasus suap terkait pengurusan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2020.

Kepala BPK Sultra itu menjadi salah satu dari lima nama tersangka yang diumumkan KPK dalam konferensi pers Kamis (18/8/2022).

“Pihak penerima AS Kepala Perwakilan BPK Sulawesi Selatan atau Tenggara ini?,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata sembari bertanya ke Juru Bicara KPK Ali Fikri yang mendampinginya.

Dia lalu melanjutkan Andi Sonny adalah mantan Kepala Sub Auditorat Sulsel I BPK Perwakilan Provinsi Sulsel.

Tersangka lainnya yakni dua pemeriksa BPK Sulsel, Yohanes Binur Haryanto Manik dan Gilang Gumilar, serta mantan anggota pemeriksa Sulsel, Wahid Ikhsan Wahyudin.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, mengatakan, keempat tersangka tersebut diduga menerima suap dari Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau PUTR Sulsel, Edy Rahmat.

Alex mengatakan keempat orang tersebut diduga menerima suap dengan jumlah total Rp2,8 miliar.

Hasil pekerjaan juga disebut tidak sesuai dengan nilai kontrak.

“Uang yang diduga diterima secara bertahap oleh Yohanes, Wahid dan Gilang dengan keseluruhan sejumlah sekitar Rp 2,8 miliar,” kata Alex dari Kompas.com.

Keempat orang tersebut kemudian ditahan selama 20 hari ke depan di rumah tahanan KPK secara terpisah.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved