Remisi Kemerdekaan

Detik-detik Air Mata Dewi Yasin Limpo Tumpah di Hadapan Bupati Gowa: Rindu Berkumpul dengan Keluarga

Dewi merupakan warga binaan pemasyarakatan (WBP) lapas perempuan kelas II A Sungguminasa.

SAYYID ZULFADLY/TRIBUN TIMUR
Warga binaan pemasyarakatan (WBP) lapas kelas II Sungguminasa Bollangi, Dewi Yasin Limpo (tengah baju kuning) mendapat remisi di HUT RI ke-77, Rabu (17/8/2022). Surat keputusan (SK) remisi diserahkan langsung oleh Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Aula Lapas Perempuan Kelas II A Sungguminasa, Jalan Lembaga-Bolangi, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Rabu (17/8/2022) Saat dipanggil, ia langsung memeluk Adnan Purichta Ichsan yang tak lain keponakan Dewi Yasin Limpo.   

TRIBUN-GOWA.COM - Dewi Yasin Limpo juga mendapat remisi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Dewi merupakan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan kelas II A Sungguminasa.

Ia mendapat remisi empat bulan lima belas hari.

Dewi Yasin Limpo terharu mendapat remisi pada hari kemerdekaan Indonesia tahun ini.

Surat keputusan (SK) remisi diserahkan langsung oleh Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Aula Lapas Perempuan
Kelas II A Sungguminasa, Jalan Lembaga-Bolangi, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Rabu (17/8/2022)

Saat dipanggil, ia langsung memeluk Adnan yang tak lain keponakan Dewi YL.

Saat itu, air mata Dewi pun menetes atas rasa syukur bisa mendapat remisi.

"Tentunya ada suatu bayangan yang  telah lama saya rindukan bisa berkumpul lagi dengan keluarga," ucap Dewi Yasin Limpo.

Menurutnya, remisi yang didapatkannya merupakan suatu anugerah dari Allah SAW.

"Mudah-mudahan kita bisa kembali bersama keluarga yang telah bertahun-tahun telah ditinggalkan," katanya

Dewi bercerita menjalani hukuman pidana memiliki duka yang sangat mendalam.

Politisi Hanura ini divonis delapan tahun atas kasus korupsi suap terkait proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Kabupaten Deiyai, Papua

Dewi telah menjalani hukuman selama tujuh tahun di lapas perempuan kelas II Sungguminasa.

Selama di lapas perempuan, Dewi mengaku telah mengintropeksi diri.

Di lapas, ia telah menggagas berbagai program. 

Salah satunya, program Cinta Alquran bagi para warga binaan di lapas perempuan di Gowa itu.

"Ada banyak kegiatan kita isi di lembaga ini dengan kegiatan positif. Kalau pun kita kehilangan dunia tentu kita harus meraih akhirat dengan tidak menyia-nyiakan waktu," ujarnya.

Ia membeberkan, beragam kegiatan ini tentunya yang bermanfaat dan beramal bagi sesama

Programnya baik dalam bidang jasmani maupun rohani. Pada program jasmani dilakukan senam sehat bagi warga binaan.

Sedangkan untuk program rohani ada program Cinta Al quran.

Cinta Al quran kata dia, setiap warga binaan diajarkan untuk menghafal dan mengetahui terjemahannya.

"Setelah saya keluar nanti saya berkeinginan mengembangkan program cinta Alquran ini. Saya berniat dan semoga Allah meridohi, bagaimana di sisa hidup saya bisa mengembangkan program cita Alquran di seluruh Indonesia terkhususnya di lapas wabil khusus di Sulsel," katanya

"Saya berkeinginan membebaskan masyarakat buta aksara Alquran, karena jangan sampai kita islam tapi tidak tahu apa-apa," sambungnya.

Hal tersebut menjadi tekad Dewi untuk membebaskan masyarakat dari buta aksara Alquran melalui program cinta Alquran.

"Insya Allah menghitung hari yaa doakan ya, mudah-mudahan berkat doa bulan ini saya bisa bebas," harapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Perempuan Kelas II Sungguminasa Yohani Widayati menyebut Dewi Yasin Limo mendapat remisi 4 bulan 15 hari

"Untuk Ibu Dewi mendapat remisi 4 bulan 15 hari. Bukan remisi bebas, Insya Allah dalam waktu dekat ini akan bebas," ujarnya.

Diketahui, Dewi merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Kabupaten Deiyai, Papua dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2016.

Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan pengusaha dari PT Abdi Bumi Cendrawasih bernama Setiadi, Devianto selaku ajudan Setiadi, sekretaris pribadi Dewie bernama Rinelda Bandaso, staf ahli Dewie bernama Bambang Wahyu Hadi, serta Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Papua, Iranius sebagai tersangka.

KPK menangkap Setiadi, Devianto, Iranius, dan Rinelda di sebuah restoran di kawasan Kelapa Gading usai melakukan transaksi.

Di lokasi KPK menyita uang sebesar 177.700 dollar Singapura yang dibungkus dalam kemasan makanan ringan.

KPK juga mengamankan sejumlah dokumen dan telepon genggam di lokasi tersebut.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 19.00 WIB, petugas KPK bergerak ke Bandara Soekarno-Hatta dan menangkap Dewie dan Bambang. Mulanya KPK juga menangkap pengusaha bernama Harry, ajudan Setiadi bernama Devianto, dan seorang supir rental mobil.

Namun, ketiganya dilepaskan karena dianggap tidak memenuhi unsur pidana.

Dewie diduga disuap oleh setiadi dan Iranius agar memasukkan proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua, ke dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2016.

Yuyuk mengatakan, Bambang berperan aktif seolah mewakili Dewie dan Rinelda untuk menentukan nilai komitmen 7 persen dari nilai total proyek.

Pimpinan sementara KPK Johan Budi mengatakan, pemberian kepada Dewie itu merupakan pemberian pertama dan masih 50 persen dari commitment fee.

KPK menduga akan ada pemberian lainnya, namun sudah tertangkap KPK.

Atas perbuatannya, Dewie dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.(*)

 

Laporan Kontributor TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved