Opini Hasbullah

Pemilu, Sengkarut Politik, dan Tugas Sejarah

Pesta demokrasi itu akan segera digelar. Pesta itu akan dimeriahkan semua partai politik, semua politisi, hingga semua lapisan masyarakat Di negeri

TRIBUN TIMUR
Logo Tribun Timur- Opini berjudul Pemilu, Sengkarut Politik, dan Tugas Sejarah 

Oleh: Hasbullah
Penggiat Demokrasi dan Peneliti Jari Mata Kita

TRIBUN-TIMUR.COM - Pesta demokrasi itu akan segera digelar.

Pesta itu akan dimeriahkan semua partai politik, semua politisi, hingga semua lapisan masyarakat.

Di negeri yang penduduknya keempat terbesar di dunia ini, pesta demokrasi akan berjalan demi regenerasi kepemimpinan di Indonesia.

Terlepas dari berbagai perdebatan, pemilihan umum masih menjadi mekanisme terbaik untuk memilih kekuatan politik yang mengawal bangsa ini lima tahun ke depan, sekaligus memilih siapa yang akan menjadi nakhoda di kapal kebangsaan kita.

Di awal Indonesia terbentuk, para founding fathers sudah berbicara tentang perlunya mekanisme “permusyawaratan dalam perwakilan.” Perlu satu mekanisme untuk bermusyawarah yang dihadiri oleh mereka yang mengemban amanah.

Apa daya, pemilu sering menjadi mekanisme untuk meneguhkan kuasa.

Wajar saja jika di tahun 1978, penyair WS Rendra mengkritik semua Lembaga yang mengatasnamakan aspirasi rakyat.

Dia mengatakan, “Aku tulis pamplet ini karena lembaga pendapat umum ditutupi jaring labah-labah.”

Kini, tantangan dalam dunia politik kita menjadi kian kompleks. Mekanisme demokrasi kita masih dipenuhi “jaring labah-labah.” Namun negeri ini tak boleh mundur ke belakang. Yang harus dilakukan adalah segera menyelesaikan semua sengkarut persoalan sehingga kereta besar demokrasi kita bisa berjalan dengan baik.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved