Liga 1 2022 2023

Berulang Kali Soroti Wasit, Pelatih PSM Bernardo Tavares Minta VAR di Liga 1

Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares berulang kali menyoroti wasit di Indonesia. Juru taktik berkebangsaan Portugal menyebut, sepak bola butuh VAR.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Official PSM Makassar
Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares berulang kali menyoroti wasit di Indonesia. Juru taktik berkebangsaan Portugal ini tak segan menyebut, sepak Indonesia butuh asisten wasit video (VAR). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares berulang kali menyoroti wasit di Indonesia.

Juru taktik berkebangsaan Portugal ini tak segan menyebut, sepak bola Indonesia butuh asisten wasit video (VAR).

VAR diperlukan untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan di pertandingan.

"Hal bisa ditingkatkan dari segi perangkat wasit adalah menambahkan VAR di pertandingan Indonesia. Ini sangat membantu, karena ini akan sangat terlihat jelas di video saat menggunakan VAR," ungkapnya saat konferensi pers usai laga PSM vs Rans Nusantara pada Senin (15/8/2022) malam.

Ia menampik, bahwa wasit Indonesia jelek. Menurutnya, semua orang bisa buat kesalahan.

Namun, jika kesalahan berulang-ulang ini tentu tidak bagus.

Padahal, kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola sangat tinggi.

"Semua orang bisa membuat kesalahan, tapi jika kesalahan tersebut terulang, terulang, terulang, terulang ini tidak bagus juga," ujar pelatih 42 tahun ini.

Baca juga: Jadwal Padat di Dua Kompetisi Berbeda, Pelatih PSM Bernardo Tavares: Selangkah Demi Selangkah!

Baca juga: PSM vs Rans: Bernardo Tavares Evaluasi Permainan di Ruang Ganti

Sebelumnya, pasca menang 2-1 atas Kedah Darul Aman FC di babak semi final Zona Asean AFC Cup 2022, Tavares juga melontarkan kritik keras terhadap wasit Indonesia.

Dia menilai, keputusan wasit di Indonesia berdampak pada permainan timnya di AFC Cup. Wasit Indonesia dan AFC memiliki standar berbeda.

Pada laga lawan Kedah FC, dua pemain PSM diganjar kartu merah dan tiga kartu kuning.

Kartu merah diberikan kepada Yuran Fernandes dan Agung Mannan.

Dua pemain ini mendapat kartu kuning kedua, sehingga diusir dari lapangan.

Yuran dapat kartu kuning di menit 33 dan 62. Agung Mannan di menit 5 dan 90+6.

Sementara, M Arfan dapat kartu kuning di menit 56, Willem Jan Pluim menit 87 dan Reza Arya Pratama di menit 88.

"Terkait mengontrol emosi, coba lihat apa yang wasit-wasit di Liga 1 lakukan. Kita mempunyai standar berbeda di liga kita. Ini tercermin dari apa yang dilakukan saat berkompetisi di AFC," ungkapnya pada Selasa (9/8/2022).

Tavares menyebut, wasit Liga 1 dan wasit AFC memiliki standar berbeda.

"Wasit-wasit AFC mempunyai standar yang lain, inilah wasit di Liga 1 lakukan kepada pemain. Namun, kita mempunyai aturan berbeda di Indonesia," sebut pelatih berlisensi UEFA Pro ini. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved