Jelang HUT ke-77 RI, 456 Pendaki Kepung Gunung Bawakaraeng, Ratusan Potensi SAR Siaga!

Kepala Basarnas Sulsel Djunaidi menyiagakan 362 personel Basarnas Sulsel untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diingankan di Gunung Bawakaraeng

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Waode Nurmin
CITIZEN REPORTER
ILUSTRASI - Ratusan pendaki Lintas Merah Putih VII mengikuti upacara bendera di puncak Gunung Bawakaraeng, Gowa, Senin (17/8/2015). Tahun ini jelang HUT ke-77 RI, 456 Pendaki akan menggelar upacara 17 Agustusan Gunung Bawakaraeng 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Satu dari sekian lokasi favorit upacara perayaan HUT RI ke-77 di Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia adalah di atas gunung.

Khusus di Sulawesi Selatan, ada beberapa gunung yang menjadi sasaran para pendaki merayakan hajatan tahunan itu.

Diantaranya, Gunung Bawakaraeng, yang terletak di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

Data sementara yang diperoleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar/Basarnas Sulsel, sudah terdapat ratusan pendaki yang menaiki gunung setinggi 2.845 mdpl itu.

Mereka tersebar di Lembanna sebanyak 102 orang, Lembah Ramma 28 orang, Pos 5 Bawakaraeng 28 orang dan Puncak Gunung Bawakaraeng 306 orang.

Total pendaki yang merayakan HUT Kemerdekaan di Gunung Bawakaraeng sebanyak 456 orang.

Kepala Basarnas Sulsel Djunaidi, mengatakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya bakal menyiagakan personel SAR di lereng hingga puncak Bawakaraeng.

Penyiagaan itu kata Djunaidi, tergabung dalam SAR khusus Merah-Putih.

"Jumlah personel yang kami libatkan dalam kegiatan ini ada 362 orang," kata Djunaidi dalam keterangan persnya, Senin (15/8/2022) sore.

"Diantaranya, 42 orang dari Basarnas Makassar dan dibantu 320 orang potensi SAR seluruh Sulawesi Selatan," sambungnya.

362 potensi SAR itu kata dia, bakal bertugas mengawasi masyarakat yang melakukan pendakian.

"Kami memaksimalkan kegiatan ini dengan menjaga dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang melakukan pendakian," bebernya.

Djunaidi pun mengimbau kepada para pendaki untuk melengkapi perbekalan saat hendak melakukan pendakian.

"Kami mengimbau agar lengkapi perbekalan, lengkapi perlengkapan diri dan safety perlengkapannya," imbuhnya.

Tidak hanya itu, Djunaidi juga menegaskan agar para pendaki tidak mengikutsertakan anak di bawah umur untuk melakukan pendakian.

"Bagi anak di bawah umur utamanya yang belum paham pendakian, kami himbau agar melarang anaknya untuk melakukan pendakian," tegasnya.

 

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved