Festival Generasi Makassar 2022

Produser Uang Panai Sebut Perfilman Lokal Jadi Industri Kreatif Penghasil Cuan dan Talenta Baru

Menurut Sunarti, pemuda pemudi saat ini harus mampu mengubah mindset untuk melihat ratusan profesi baru yang bisa dimanfaatkan salah satunya masuk dal

Penulis: Desi T Aswan | Editor: Sukmawati Ibrahim
Desi Triana
Produser Uang Panai, Sunarti Sain menjadi salah satu narasumber dalam Festival Generasi Makassar yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar berkolaborasi dengan MilenialFest, di Mahoni Hall, Claro Hotel, Sabtu (13/8/ 2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM- Produser Uang Panai, Sunarti Sain berbicara tentang industri kreatif perfilman lokal Makassar bisa menjadi peluang menghacilkan cuan dan tumbuhnya talenta baru. 

Hal tersebut diungkapkannya dalam Festival Generasi Makassar 2022 yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar berkolaborasi dengan MilenialFest, di Mahoni Hall, Claro Hotel, Sabtu (13/8/ 2022).

Menurut Sunarti, pemuda pemudi saat ini harus mampu mengubah mindset untuk melihat ratusan profesi baru yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya masuk dalam industri kreatif. 

"Saya ingin anak-anak sekarang mengubah mindset dalam memilih pekerjaan yang beragam ini. Kita bisa tumbuh dan terus berkembang dengan kuat membuat banyak hal dan inovasi," tuturnya. 

Baca juga: Suara Lantang Nabila May Sweetha, Tuntut Kesetaraan untuk Penyandang Disabilitas 

Baginya, perfilman lokal tak bisa dipandang enteng karena faktanya industri kreatif ini mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tak sedikit. 

Di Makassar, kata Sunarti, ekosistem film sudah hidup dan terus berkembang. Banyak profesi-profesi baru yang lahir tidak hanya sebagai aktor atau aktris namun ada sutradara, makeup artis, kru, dan beragam profesi lainnya yang terlibat di dalam. 

"Hanya saja tantangan yang dihadapi pasti ada," jelasnya. 

Jurnalis senior Makassar ini mengungkapkan, untuk biaya produksi film itu bukan modal murah. Terlihat sederhana, lanjut, Sunarti namun dari hasil karya yang diciptakan mencapai Rp 1 Milyar hingga Rp 2 Milyar. 

"Untuk bisa sampai ke layar lebar, berakting, lalu ditonton orang banyak tidak mudah prosesnya. Mungkin penonton menganggap sebagai karya biasa tapi di balik itu ada banyak drama di belakang layar sampai bisa di tonton di layar bioskop," jelasnya. 

Proses inilah, tutur Una sapaannya, dilalui dengan keterlibatan beragam profesi yang ada di industri film.

Diakui Una, sumber daya manusia (sdm) Makassar sudah sangat keren sejauh ini. 

Ia menjabarkan, perjalanan singkat perfilman Makassar yang ternyata pernah berjaya di tahun 1970-an. Bahkan banyak pula keterlibatan karya cineas Makassar dalam industri perfilman nasional. 

Hingga kembali berjaya di tahun 2000-an dengan kehadiran film lokal Uang Panai yang menyabet beragam penghargaan dan menjadi film lokal terlaris sampai saat ini. 

Membuat kesempatan cineas Makassar semakin besar dan akses pun lebih luas dijangkau. 

Teringat saat awal-awal akan menampilkan film lokal ke layar lebar, Una mengungkapkan pernah ditolak berkali-kali. 

Namun, membawa semangat masyarakat Makassar dengan etos kerja yang tak luntur, ia terus mencoba meyakinkan pihak bioskop kenamaan Indonesia untuk Uang Panai lolos tayang dan ditonton hingga lebih dari 500.000. 

Una yakin kesempatan ini akan terus lahir di generasi-generasi selanjutnya dan semakin berkembang pesat. 

16 judul film telah diproduseri Sunarti Sain dan di tahun 2023 sejumlah film akan diproduksi untuk tayang mewarnai industri film Indonesia. 

Kepala Dinas Pariwisata Makassar, Muhammad Roem dan Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga bidang kreativitas dan inovasi Milenial, Alia Laksono juga turut menjadi pembicara dalam event Festival Generasi Makassar 2022 ini. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved