Peringatan International Youth Day, Pemuda Asal Sulsel Soroti Batasan Masa Jabatan Legislatif

Amul Hikmah Budiman yang hadir sebagai pembicara memberikan gagasan menarik soal para wakil kita yang duduk sebagai legislatif

Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Amul Hikmah Budiman hadir sebagai pembicara di Peringatan International Youth Day atau Hari Pemuda Internasional di Hotel Aryaduta Kota Medan (13/02/2022). Direktur Eksekutif Saoraja Institute itu memberikan pandangan terkait Inklusifitas Pemuda dalam sistem perpolitikan hari ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Peringatan International Youth Day atau Hari Pemuda Internasional yang diperingati setiap tanggal 12 Agustus, turut menjadi perhatian para kaum muda di seluruh dunia.

Tak ketinggalan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) bekerjasama dengan Forum Politisi Muda Indonesia (FPMI) yang baru saja diluncurkan turut mengambil bagian dalam momentum tersebut.

Kegiatan webinar secara hybrid yang berlangsung di Hotel Aryaduta Kota Medan dan online Se-Indonesia mengangkat tema "Muda Beraksi, Menjaga Demokrasi" (13/02/2022).

Turut hadir sebagai pembicara Khairunnisa (Direktur Eksekutif Perludem), Gun Gun Heryanto (Pakar Komunikasi Politik), Amul Hikmah Budiman (Direktur Eksekutif Saoraja Institute), Muhammad Ziad Ananta (Ketua GEMA MKGR Sumatera Utara), Indri Hapsari (Pengurus DPW PSI Jawa Barat), dan Rudi Satria (Ketua GP Ansor Bolaang Mongondow Sulawesi Utara).

Kegiatan yang dipandu langsung oleh Presenter TV CNN Indonesia, Elvira Khaerunnia berlangsung selama kurang lebih dua jam bersama ratusan pemuda lainnya di seluruh Indonesia.

Pemuda asal Sulsel, Amul Hikmah Budiman yang turut hadir secara langsung di Kota Medan sebagai pembicara memberikan pandangan terkait Inklusifitas Pemuda dalam sistem perpolitikan hari ini.

"Momentum ini adalah momentum yang baik untuk kita tawarkan kepada seluruh pemangku kebijakan, agar kita mampu mendorong afirmatif action Kouta pemuda 20 persen dalam struktur partai politik dan kontestasi politik. Tentu ini akan mendorong setiap partai politik dan pemuda untuk memantik para kaum muda dalam meningkatkan partisipasi mereka" Ungkap Magister Kepemudaan Unhas tersebut.

Direktur Eksekutif Saoraja Institute ini juga menambahkan bahwa perlunya mendorong pembatasan masa jabatan Legislatif.

"Hari ini, kita masih melihat tidak ada batasan periodesasi bagi para anggota legislatif. Baik tingkat pusat hingga daerah. Sehingga ini akan menghambat regenerasi kepemimpinan bagi anak muda. Bahkan ada temuan di beberapa daerah, ada anggota legislatif di tingkatan Kabupaten/Kota sudah duduk selama 5-7 periode." Ungkap Amul.

Forum tersebut bersepakat untuk sama-sama membangun politik inklusif bagi anak muda dan mendorong akselerasi partisipasi politik bagi pemuda melalui afirmatif action.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved