BBM Bersubsidi

Pelansir BBM Bersubsidi Diduga di Balik Langkanya Pertalite di SPBU Kota Palopo

Kesulitan warga mendapatkan BBM tercermin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa bulan terakhir.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Muh. Irham
Dok Pertamina
Ilustrasi SPBU. Dalam beberapa bulan terakhir, SPBU di Palopo selalu kehabisan stok BBM bersubsidi khususnya Pertalite. Warga menduga ha itu terjadi karena adanya pihak yang melakukan penimbunan BBM bersubsidi 

WARA, TRIBUN-TIMUR.COM - Sejumlah warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Kesulitan warga mendapatkan BBM tercermin di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa bulan terakhir.

Setiap harinya, antrian panjang kendaraan terjadi di semua SPBU.

Bahkan tidak jarang, SPBU kehabisan stok BBM jenis Solar dan Pertalite.

Pemandangan seperti itu baru beberapa bulan belakangan terjadi.

"Sebelumnya jika kita mau membeli BBM di SPBU lancar-lancar ji, tidak banyak kendaraan. Tapi sekarang di semua SPBU sudah antri dan antrinya panjang, sering juga BBM habis," kata salah satu warga di Jalan Andi Djemma, Palopo, Jumat (12/8/2022).

Ia menduga, hal ini terjadi karena maraknya palansir BBM.

Atau orang yang memodifikasi tangki kendaraan agar dapat memuat BBM banyak untuk dijual kembali.

Tidak sampai di situ, kelangkaan BBM juga diduga karena ulah oknum yang menimbun BBM subsidi.

BBM itu kemudian dijual kembali dengan harga mahal di perusahaan.

"Kelakuan palansir sebenarnya sudah menjadi rahasia umum, tapi herannya saya kenapa pihak penegak hukum tidak dapat menindak," kata dia.

Kelakuan para pelaku kejahatan BBM sangat merugikan warga.

"Ini tentunya merugikan kita semua sebagai konsumen, di mana-mana kita antri di SPBU, capek juga kita setiap isi BBM harus antri panjang," keluhnya.

Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Akhmad Risal, mengaku telah mendengar keluhan soal itu.

"Kita sementara pelajari pola pelaku kejahatan BBM subsidi," kata Akhmad Risal.

Peristiwa kebakaran motor di SPBU Salubulo Palopo diduga bagian dari kejahatan BBM subsidi.

Dugaan itu diperkuat dengan malarikan dirinya pemilik motor.

"Kita masih memburu pelaku, dia melarikan diri," paparnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved