AS Roma

Victor Lindelof, Bek Tengah MU yang Dinilai Cocok dengan Strategi Parkir Bus Mourinho di AS Roma

AS Roma dikabarkan mendekati bek Manchester United VIctor Lindelof. Mantan pemain Benfica tersebut dianggap cocok dengan strategi bertahan Mourinho

Editor: Muh. Irham
TWITTER.COM/UNITEDSTANDMUFC
Bek tengah Manchester United, Victor Lindelof. ia kini dikabarkan tengah didekti oleh AS Roma karena dianggap cocok dengan strategi parkir bus ala Jose Mourinho 

TRIBUN-TIMUR.COM - Jelang bergulirnya Liga Italia atau Serie A 2022/2023, AS Roma mendekati pemain muda Manchester United, Victor Lindelof.

Manchester United mendapatkan Lindelof dari Benfica, salah satu pesrta Liga Super Portugal dengan harga 30,7 pound atau sekitar Rp 520 juta.

Kini, pemain yang tubuhnya penuh dengan tato ini tengah didekato oleh Jose Mourinho, pelatih AS Roma untuk didatangkan ke Olimpico, markas AS Roma di Italia.

Lalu apa saja kehebatan Lindelof sampai Mourinho begitu tertarik? Berikut profilnya

Lindelof memulai kariernya sebagai bek tengah di klub asal Swedia yang bermain di kasta terendah, Vasteras SK. Bakatnya terendus oleh Benfica yang membelinya Desember 2011 silam.

Baca juga: Skuad Jose Mourinho Mundur dari Joan Gamper Trophy, Barcelona Siapkan Tuntutan untuk AS Roma

Baca juga: Eric Bailly Segera Gabung dengan AS Roma, Syaratnya Harus Bawa I Gallorossi ke Liga Champions

Saat itu, Lindelof yang masih berusia 17 tahun terus mengasah kemampuan di tim Banfica cadangan hingga akhirnya mendapat kesempatan menembus tim Inti dua tahun berselang. Sejak saat itu, Lindelof masih harus kembali bersabar hingga kesempatan emas benar-benar datang pada pertengahan musim 2015/2016.

Ketika itu, Lindelof sukses merebut perhatian jajaran pelatih Benfica di tengah badai cedera yang menimpa tim senior. Mulai periode tersebut, Lindelof jadi pengisi utama posisi bek tengah Benfica.

Penampilan apiknya membawa dia dilirik oleh timnas. Usai sukses memberikan titel juara untuk Swedia junior pada ajang Piala Eropa U-21 2015, Lindelof menjalani debut di timnas senior pada Piala Eropa 2016. Ia tampil di semua laga penyisihan grup.

Baca juga: Urusan Wijnaldum Beres, AS Roma Kini Siap Datangkan Eric Bailly dari Manchester United

Pada Januari 2017, Lindelof nyaris merapat ke Old Trafford. Tapi, Benfica memilih untuk menahan pemainnya tersebut. Dalam perjalanannya hingga musim selesai, Lindelof jadi bagian utama keberhasilan Benfica meraih gelar ganda, trofi Liga Super Portugal dan Piala Liga.

Gaya permainan:

Lindelof punya gaya tradisional dalam bertahan. Dengan tinggi tubuh 1,87 meter, Lindelof punya lompatan tinggi, lari yang kencang dan kemampuan mobilitas serta teknik di atas rata-rata. Tak heran, beberapa kali Lindelof juga kerap bermain sebagai bek kanan.

Mengingat Mourinho adalah seorang maestro dalam membentuk formasi rantai bertahan, Lindelof diyakini punya kemampuan yang bisa memenuhi ekspektasi pelatih asal Portugal itu.

Trivia:

Lindelof memang masih muda, 22 tahun, namun di Portugal ia sudah punya julukan, yakni the 'Iceman'. Julukannya ini merujuk kepada sikap dingin Lindelof terhadap semua tekanan yang datang.

Lindelof mampu bermain tenang meski tensi laga sangat tinggi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved