UMI Bahas Cara Atasi Paham Ekstrimisme Baragama, Hadir Akademisi hingga Tokoh Agama

Diskusi ini membahas tentang "Literasi Keagamaan Lintas Budaya untuk Mengatasi Ekstrimisme Beragama".

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Suasana Seminar internasional berlangsung hybrid di Kampus UMI dan Zoom meeting membahas Cara mengatasi paham Ekstrimisme, Kamis (11/8/2022) malam  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia menggandeng Institute Laimena menggelar seminar internasional secara hybrid pada Kamis (11/8/2022) pukul 20.00 Wita.

Diskusi ini membahas tentang "Literasi Keagamaan Lintas Budaya untuk Mengatasi Ekstrimisme Beragama".

Ekstrimisme memang menjadi masalah turun temurun di Indonesia, bahkan dunia.

Beberapa kasus terorisme hingga bom bunuh diri acap kali dilandasi faktor ajaran keagamaan.

"Moderasi beragama dan toleransi keberagaman sangat penting untuk membangun kebangsaan dan kemanusiaan  keberagamaan yang moderat bagi kita umat beragama, serta menyebarluaskan perdamaian global," ujar Rektor UMI Prof Basri Modding

"Kita mendorong aktualisasi pemikiran moderat dengan gerakan kerukunan  dalam umat beragama maupun antarumat beragama merupakan  modal dasar dalam menghadapi potensi ancaman pemikiran radikal yang tumbuh dan berkembang secara global," sambungnya

Hal inilah yang dibahas sejumlah akademisi dan tokoh kegamaan.

Tujuannya, paham keagamaan dengan latar budaya berbeda bisa menekan laju paham ekstrimisme di Indonesia.

"Ini upaya konkrit kita untuk menangkal penyebaran paham radikalis  dan terorisme  sebagai implementasi kesepakatan institusi keagamaan dan pendidikan," jelas Rektor UMI.

"Kita mendorong pengembangan pemikiran moderat yang efektif dalam menangantisipasi fenomena perluasan paham radikal dan terorisme, termasuk pentingnya penguatan nilai-nilai perdamaian, ko-eksistensi, dan toleransi umat beragama," Sambungnya

Hadir sejumlah tokoh sebagai pembicara, ada Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid dan Alumni Universitas Al-Azhar Syekh Dr Amr Al-Wardani.

Kemudian ada Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Indonesia Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi, Senior Fellow Leimena Institute Dr Alwi Shihab serta Wakil Rektor V UMI Prof Hattah Fattah.

Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf mengamati hadirnya fenomana baru yang menjadi tantangan di Indonesia

"Saya mengamati di Indonesia saat ini ibu dan anak dilibatkan dalam ekstrimisme, misalkan dalam bom bunuh diri,"ujar Lutfi Rauf.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved