Opini Wahyu Hidayat

Ihwal Masyarakat Adat di Tengah Komersialisasi dan Modernisasi

Ada banyak kasus semacam di Indonesia yang melibatkan masyarakat adat, contohnya di antara lain adalah di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

TRIBUN TIMUR
Logo Tribun Timur - Opini berjudul Ihwal Masyarakat Adat di Tengah Komersialisasi dan Modernisasi 

Oleh: Wahyu Hidayat

(Koordinator Divisi Humas FLP Ranting UNM)

TRIBUN-TIMUR.COM - Pembangunan sebagai suatu proses pada hakikatnya merupakan pembaharuan yang terencana.

Tak dapat dimungkiri pembangunan telah membawa kita pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga pertumbuhan ekonomi. Heliarta dalam Buku Pembangunan Nasional (2019) menyatakan bahwa pembangunan nasional adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Akan tetapi di balik upaya pembangunan yang dikemas sedemikian rapi, selalu saja ada sisi gelap yang menjadi momok menakutkan.

Yang dalam praktiknya, banyak upaya pembangunan yang hanya menguntungkan salah satu pihak dan merugikan pihak yang lain.

Salah satu pihak yang seringkali harus dihadapkan pada permasalahan tersebut adalah kalangan masyarakat adat.

Di Indonesia, eksistensi masyarakat adat mendapat tantangan yang cukup besar dari berbagai hal, mulai dari persoalan sosial yang berkaitan dengan masuknya budaya asing yang berpotensi menggerus budaya lokal yang selama ini hidup dan menghidupi masyarakat adat, sampai pada persoalan yang kerap menimbulkan konflik yang berkepanjangan seperti pengambilalihan wilayah adat, baik oleh pihak swasta maupun oleh negara sendiri.

Ada banyak kasus semacam ini di Indonesia yang melibatkan masyarakat adat, contohnya di antara lain adalah di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Konflik tersebut melibatkan masyarakat adat Ammatoa Kajang dengan sebuah perusahaan swasta.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved