Jhon Tikara DPO Prostitusi Anak di Palopo Sudah 1,5 Tahun Kabur, Kasat Reskrim: Masalah Waktuji

Jhon Tikara ini pernah mendaftar caleg di DPRD Palopo. Dan ternyata masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena kasus prostitusi anak dibawah umur

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Waode Nurmin
Polres Palopo
Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Akhmad Risal (kanan) saat ngopi morning dengan awak media di Sweetness, Jl A Kambo, Palopo, Sulsel, Rabu (10/8/2022). 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA TIMUR - Polres Palopo belum mampu menangkap Jhon Tikara (JT).

Padahal JT sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Palopo sejak Maret 2021 lalu.

Kasat Reskrim Polres Palopo, Iptu Akhmad Risal, mengakui, kasus JT masih menjadi pekerjaan rumah baginya.

"Itu (kasus JT) sudah disampaikan kasat lama, itu PR kita," kata Akhmad Risal saat ngopi morning dengan awak media di Sweetness, Jl A Kambo, Palopo, Sulsel, Rabu (10/8/2022).

Akhmad Risal yang baru menjabat di Polres Palopo menyebut kasus ini masih dalam penyelidikan.

"Sudah DPO, ketika kami mendapati keberadaannya kami akan tangkap, anggota masih berusaha melakukan penyelidikan," ujarnya.

Ia akui ada beberapa kendala yang dihadapi dalam memburu JT.

"Nomor (HP) diganti (tidak bisa dilacak), kita masih berupaya melakukan penyelidikan," papar dia.

Selain itu, polisi juga melakukan pendekatan kekeluargaan.

Harapannya JT mau menyerahkan diri ke Polres Palopo.

"Kami juga melakukan pendekatan ke keluraganya, intinya masalah waktu, kalau kita dapat informasi pasti kita tangkap, kalau namanya DPO pasti kita cari, masalah waktuji," paparnya.

Akhmad Risal menegaskan bahwa dirinya tidak ambil pusing siapa JT.

"Saya tidak pusing siapa dibelangkangnya, ada informasi tolong sampaikan ke kami, kami tindak lanjuti," tegas dia.

Akhir tahun lalu, status JT sebagai DPO disebarluaskan.

Pria kelahiran Palopo, 8 Oktober 1973 itu menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana prostitusi anak di bawah umur sejak Februari 2021.

"Kami telah menyebarluaskan foto tersangka (JT)," kata Kapolres Palopo AKBP Muh Yusuf Usman saat press release penanganan tindak pidana sepanjang tahun 2021, Kamis (30/12/2021).

JT yang pernah macaleg DPRD Palopo ditetapkan sebagai tersangka 'penikmat' anak di bawah umur.

Itu berdasarkan keterangan MI (21) sebagai mucikari dan korban yakni Y (13).

Kasus perdagangan anak di bawah umur terbongkar setelah keluarga korban SI melaporkan MI pada 23 Januari 2021 setelah menjual korban ke JT.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved