Wisata Religi

Haluoleo Land Group Hadirkan Kawasan Berkonsep Religi di Puncak Bollangi, Parangloe dan Malino Gowa

Kawasan wisata  religi menjadi konsep andalan  Haluoleo Land Group. Termasuk di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (Sulsel).   

SAYYID ZULFADLY/TRIBUN TIMUR
Foto bersama Haluoleo Land Group saat menggelar Gala Dinner di Hotel Arthama Makassar, Selasa (9/8/22) malam. Saat ini, kawasan wisata religi menjadi konsep andalan  Haluoleo Land Group. Termasuk di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (Sulsel).        

TRIBUN-GOWA.COM - Kawasan wisata  religi menjadi konsep andalan Haluoleo Land Group. Termasuk di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Founder Haluoleo Land Group, Muhammad Sabri Rauf mengatakan, pihaknya telah melirik Gowa.

Demikian disampaikan saat Gala Dinner di Hotel Arthama Makassar, Selasa (9/8/22) malam

Dia mengatakan, gala dinner ini untuk mempererat tali silaturahmi antar karyawan. Biasanya diadakan 3-4 bulan sekali.

Menurutnya, pihaknya berfokus di properti dan kawasan wisata

Gowa merupakan salah satu tempat strategis dan kabupaten penyangga. Sehingga pihaknya melirik Gowa dengan konsep religi.

"Paling mencolok berapa konsumen sekarang ada di Bollangi Gowa, mungkin sudah familiar itu namanya Puncak Bollangi 4. Orang bilang miniaturnya Raja Ampat seperti itu. Kami sudah akuisisi dan kita membuat kawasan yang berkonsep itu religi," katany. 

Dia menjelaskan, konsep religi tentunya mengangkat kisah-kisah nabi, pemimpin khilafah serta Sultan Kerajaan Gowa. Dikemas seperti perpusatakaan atau ikon foto-foto.

"Rencananya seperti itu, tapi yang umum juga kita buat yang seperti cafe-cafe kekinian. Tahun ini memang kita lebih fokus ke daerah Gowa masuk dalam kawasan wisata. Ini sangat maju dari infrastruktur dan dari perizinannya juga cepat," ujarnya.

Haluoleo Land Group juga memiliki konsep syariah. Tentunya tidak memungut bunga dan lainnya.

Selain di Puncak Bollangi, Haluoleo Land Group sementara membangun kawasan wisata religius dataran tinggi Gowa. Seperti, di Parangloe dan Malino.

Kedua lokasi tersebut dipilih lantaran kawasan wisata terkenal di Sulsel.

"Kita konsepnnya syariah dan tentu mengambil kekinian atau instagramable," ujarnya. (*)

Laporan Kontributor TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved