Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bincang Komunitas Tribun Timur

Ingin Buka Coffee Shop? Siapkan 2 Hal Ini

Irsan Yumenk merupakan barista, assessor, dan instructor coffeepreneur dan pernah menjadi konsultan coffe shop di China.

Penulis: M Yaumil | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun Timur
Irsan Yumenk (kanan) merupakan barista, assessor, dan instructor coffeepreneur dan pernah menjadi konsultan coffe shop di China jadi narasumber di bincang komunitas Tribun Timur edisi Senin (8/8/2022).   

TRIBUNTIMUR.COM - Irsan Yumenk merupakan barista, assessor, dan instructor coffeepreneur dan pernah menjadi konsultan coffe shop di China.

Pengalaman Irsan sudah sangat mumpuni dalah dunia perkopian. 

Bukan hanya menjadi barista, Irsan juga mempunyain lembaga pelatihan dan lembaga sertifikasi kopi.

Sejak 2013, Irsan memulai karir sebagai barista dan masih menjadi barista di coffe shop miliknya.

Pada sesi bincang komunitas Tribun Timur edisi Senin (8/8/2022), Irsan menjelaskan, dua tips bagi seseorang yang ingin membuka coffee shop.

Yakni manajemen keuangan dan strategi marketing yang baik.

“Sebenarnya manajemen keuangan yang baik serta strategi marketing, dua hal itu jadi kemampuan mendasar untuk coffe shop bisa bertahan di tengah gempuran persaingan coffee shop yang begitu banyak,” katanya.

Marketing artinya, tidak menunggu tamu tapi menjemput pengunjung kemudian mempertahankan mereka yang datang.

Selain itu, manajemen keuangan sesuatu yang sangat penting. 

Pasalnya dari sini, coffee shop dapat bertahan dan melewati masa-masa sulit.

Irsan menjelaskan, masalah marketing berkaitan dengan cost operasional. 

Lebih detail, terkait gaji karyawan, bahan baku, listrik, serta pengeluaran lain yang tak terduga. 

Saking pentingnya, kopi dalam satu gelas saja harus bisa dihitung pengeluaran di dalamnya.
 “Bahkan sampai es batu yang kita gunakan harus kita hitung. Bayar operasional, karyawan, listrik, dan lain-lain itu harus ada perhitungan-perhitungan,” jelasnya.

Dia juga menyoroti, banyak coffee shop yang buka namun cepat tutup.

Dia menambahkan, inovasi, kreativitas, serta kerja kersa jauh lebih penting dalam menjalankan usaha kopi.

“Tentu modal itu penting tapi bukan yang terpenting karena kita bisa join dengan rekan untuk membuka kedai kopi. Bagaimana dengan kinerja yang kita punya, bagaimana dengan SDM yang kita punya, inovasi dan kreativitas yang kita lakukan sehingga bisa menciptakan prospek pada bisnis kita dan menghasilkan pundi-pundi uang,” pungkasnya. (*)

Laporan Kontributor TribunParepare.com, M Yaumil

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved