Opini Sudirman Nasir

Bruce Alberts: Ilmuwan Cemerlang dan Penganjur Diplomasi Sains

Unhas menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) bagi Bruce Michael Alberts, ilmuwan cemerlang dari Amerika Serikat (AS).

TRIBUN TIMUR
Logo Tribun Timur - opini berjudul Bruce Alberts: Ilmuwan Cemerlang dan Penganjur Diplomasi Sains 

Dr. Alberts menjadi utusan khusus sains Presiden Obama ke Indonesia dan Pakistan. Namun dalam peran diplomasi sains ini, kiprahnya lebih banyak dilakukan di Indonesia.

Di Indonesia, Dr Alberts bertemu pasangan ideal. Bersama Professor Sangkot Marzuki sebagai Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI, 2008 - 2018), Dr. Alberts berperan kunci mengembangkan forum-forum ilmiah interdisiplin khususnya bagi para ilmuwan muda menonjol di berbagai bidang dalam bentuk seri tahunan Indonesian-American KAVLI Frontiers of Sciences Symposium di berbagai kota di Indonesia termasuk Makassar.

Forum-forum ilmiah ini memfasilitasi diskusi intensif antara ilmuwan-ilmuwan muda (memiliki gelar doktor dan publikasi ilmiah penting di bidang masing-masing dan berusia maksimal 45 tahun) yang telah menghasillan kolaborasi-kolaborasi penting antara ilmuwan kedua negara.

Selain itu selama berlangsungnya seri Indonesian-American KAVLI Frontiers of Science Symposium di berbagai kota di Indonesia ini, Dr Alberts meluangkan waktu memberikan kuliah tamu dan dialog di berbagai perguruan tinggi di Indonesia (termasuk di Unhas pada 2012 dan 2015 lalu) serta di sejumlah sekolah-sekolah menengah untuk berbagi mengenai sains garda depan sekaligus menyemangati generasi muda mencintai ilmu pengetahuan dan mendorong persahabatan antar bangsa melalui sains.

Seri tahunan Indonesian-American KAVLI Frontiers of Sciences Symposium telah menghasilkan sekitar 300 alumni di Indonesia dari berbagai perguruan tinggi (termasuk sejumlah alumni dari Unhas).

Tiga belas orang alumni simposium ini (3 dari Unhas) difasilitasiAIPI untuk menyusun buku penting (consensus report) yakni “SAINS45 - Agenda Ilmu Pengetahuan Indonesia Menyongsong Satu Abad Kemerdekaan” yang merupakan kumpulan 45 pertanyaan ilmiah mendasar untuk mendorong kemajuan Bangsa Indonesia.

Buku ini terbit dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di mana Dr. Alberts berperan kunci sebagai partner bahkan editor.

Buku yang menjadi rujukan penting kebijakan sains dan bertujuan memberi inspirasi bagi generasi muda di Indonesia dan dunia akan pentingnya budaya ilmiah unggul diluncurkan di rumah Professor B.J. Habibie pada 2016 lalu.

Kecemerlangan dan Keramahan

Tentu ada sejumlah pertimbangan penting yang membuat Presiden Obama memilih Dr Alberts sebagai utusan khusus sains ke Indoneia. Kecemerlangan di bidang sains niscaya menjadi salah satu petimbangan utama dan dalam hal ini Dr Alberts tak diragukan lagi.

Kecemerlangannya membuat Dr Alberts menjadi Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Amerika Serikat (NAS, 1993 -2005). Namun selain itu faktor personal berupa keramahan (hospitality) tampaknya juga tak kalah pentingnya.

Secara personal, Dr. Alberts adalah seorang pribadi bersahaja yang amat ramah. Setiap kali berkunjung ke Indonesia, sesuatu yang rutin ia lakukan sejak tahun 2009 lalu, Dr. Alberts senantiasa mencerahkan sekaligus menyenangkan.

Dr. Alberts berkali-kali menyatakan bahwa Indonesia penuh potensi apapagi bila sains dapat lebih berkembang dan lebih menjadi dasar utama bagi pengambilan kebijakan publik.

Keramahan tersebut penulis rasakan langsung bukan hanya ketika Dr Alberts berkunjungan ke Indonesia tetapi juga ketika menemuinya di Amerika Serikat. Di kampus Universitas California, San Francisco, Dr Alberts dengan penuh kehangatan menemani melihat laboratoriumnya dan menikmati aneka landmark utama kampus terkemuka dunia ini. Kecemerlangan dan keramahan berpadu indah dalam dirinya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved