Opini Sudirman Nasir

Bruce Alberts: Ilmuwan Cemerlang dan Penganjur Diplomasi Sains

Unhas menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) bagi Bruce Michael Alberts, ilmuwan cemerlang dari Amerika Serikat (AS).

TRIBUN TIMUR
Logo Tribun Timur - opini berjudul Bruce Alberts: Ilmuwan Cemerlang dan Penganjur Diplomasi Sains 

Oleh: Sudirman Nasir
Dosen FKM Unhas/alumnus Indonesian-American KAVLI Frontiers of Science Symposium

TRIBUN-TIMUR.COM - Universitas Hasanuddin (Unhas) menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) bagi Bruce Michael Alberts, ilmuwan cemerlang dari Amerika Serikat (AS), penganjur utama penguatan kerjasama sains antar bangsa (diplomasi sains) dan pendidikan sains bagi anak-anak muda dunia. Penganugerahan Doktor Kehormatan ini dilakukan di Kampus Tamalanrea pada 10 Agutus 2022.

Bagi siapapun yang menekuni biokimia, sosok Bruce Alberts tak akan terlewatkan.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir, Dr. Alberts adalah salah satu tokoh paling terkemuka bidang ini.

Ia telah mempublikasikan ratusan artikel di jurnal-jurnal utama biokimia dan menjadi salas satu penulis bukun kanon (rujukan utama) di bidang tersebut yakni “Molecular Biology of the Cell”.

Sebuah kehormatan besar bagi Unhas bahwa sosok seperti Bruce Alberts menerima penganugerahan Doktor Kehormatan ini.

Dr Alberts yang sejak beberapa tahun terakhir menjabat sebagai professor pendidikan sains dan pendidikan (Professor in Science and Education) di Universitas California, San Francisco, telah menerima belasan penhargaan penting berbagai perguruan tinggi/lembaga besar dunia.

Dr Alberts memang selalu merasa dekat dengan Indonesia dan juga Unhas. Ada cerita cukup panjang yang melatari kedekatan Dr Alberts dengan Indonesia dan Unhas. Kisah kedekatan tersebut bermula dari pidato Presiden Barack Obama di Universitas Kairo (Mesir) pada 4 Juni 2009 lalu.

Sains sebagai “Jembatan

Presiden Obama dikenang antara lain berkat upaya dan pidato-pidatonya dalam memperkuat hubungan antar bangsa yang melampuai perbedaan ideologi dan politik.

Salah satu yang paling dikenang adalah ketika ia berpidato di Universitas Kairo, “Saya datang ke kota dan universitas bersejarah ini untuk berupaya membangun “jembatan” baru hubungan antara AS dan kaum Muslim di seluruh dunia.

Hubungan yang didasari prinsip saling menhormati (mutual respect) dan kepentingan bersama (mutual interest). Hubungan yang dilandasi prinsip kemajuan (progress), keadilan (justice) dan kehormatan (dignity) bagi semua umat manusia”.

Presiden Obama menyebut pentingnya sains dan kerjasama sains antar bangsa dalam pidato legendaris di atas.

Tindak lanjut pidato tersebut adalah penunjukkan langsung tiga utusan khusus bidan sains (science envoy) ke negara-negara berpeduduk mayoritas Muslim oleh Presiden Obama.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved