Pupuk Subsidi

DPRD Pinrang Minta Pemda Pikirkan Subsidi Pupuk Untuk Petani

Andi Pallawagau berharap pemerintah daerah untuk memikirkan cara agar memberikan subsidi pupuk kepada petani di Pinrang.

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Muh. Irham
Tribun Piinrang/nining Anggraeni
Ketua Komisi II DPRD Pinrang, Andi Pallawagau Kerrang(kanan) dalam rapat konsultasi Banggar dengan komisi- komisi DPRD Pinrang di ruang rapat paripurna, Senin (8/8/2022). 

PINRANG, TRIBUN-TIMUR.COM -  Terbatasnya subsidi pupuk dari pusat dinilai mempengaruhi kualitas panen petani di Kabupaten Pinrang. 

Hal itu dikatakan Ketua Komisi II DPRD Pinrang, Andi Pallawagau Kerrang pada rapat konsultasi Banggar dengan komisi- komisi DPRD di ruang rapat paripurna, Senin (8/8/2022). 

Andi Pallawagau berharap pemerintah daerah untuk memikirkan cara agar memberikan subsidi pupuk kepada petani di Pinrang. 

Dia mengatakan banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait masalah pupuk tersebut. 

"Tentu kami berharap ada cara lain dari pemerintah daerah selain mengharapkan subsidi pupuk dari pusat," katanya. 

"Apakah dalam bentuk subsidi dari Pemerintah Daerah atau dengan cara lain. Karena kurangnya pupuk di lapangan sangat mempengaruhi kualitas panen padi petani kita,"sambungnya.

Dia mencontohkan, di Jawa Timur, yang merupakan penyanggah padi nomor satu di Indonesia, tahun ini mengalami gagal panen

"Gagal panen di Jawa Timur itu penyebabnya karena kurangnya pemupukan dari petani," ucapnya. 

Kurangnya pemupukan dari petani, kata Andi Pallawagau menyebabkan rendimen gabah mengalami penurunan drastis.

"Pada beberapa tahun yang lalu, saat pupuk masih lancar, rendimen gabah petani kita rata-rata di atas 60 persen," terangnya. 

"Saat ini, karena kurangnya pemupukan rendimen gabah petani Pinrang rata-rata dibawah 58 persen," tuturnya. 

Dia menuturkan, hal lain yang mempengaruhi kualitas gabah petani adalah terlalu banyaknya varietas yang ditanam oleh petani

"Jenis impari saja saat ini sudah sampai impari 45. Padahal umur panen setiap impari ini berbeda-beda. Namun, ditanam dalam satu hamparan sawah, tentu mempengaruhi kualitas," jelasnya. 

Untuk diketahui, rapat banggar ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Pinrang, Syamsuri didampingi Wakil Ketua, Ahmad Jaya Baramuli. 

Dihadiri anggota Banggar dan komisi-komisi DPRD Pinrang. Rapat berlangsung dari tanggal 5-8 Agustus 2022. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved