Penyakit Mulut dan Kuku

Daging Sapi yang Terjangkit PMK di Sinjai, Dikirim ke Makassar untuk Dikonsumsi

Seluruh daging dari sapi tersebut dikirim ke Kota Makassar untuk dikonsumsi. 

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Muh. Irham
Tribun Sinjai/Samsul Bahri
Petugas kesehatan hewan Sinjai menyaksikan penyembelihan sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku. Daging sapi yang terjangkit PMK tersebut selanjutnya dibawa ke Makassar untuk dijual 

SINJAI, TRIBUN-TIMUR.COM - Daging sapi yang positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan tak dikonsumsi di daerah tersebut.

Seluruh daging dari sapi tersebut dikirim ke Kota Makassar untuk dikonsumsi. 

"Daging sapi itu dikirim ke Makassar untuk dikonsumsi," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sinjai, Burhanuddin, Senin (8/8/2022).

Daging sapi ini aman untuk dikonsumsi kecuali bagian kepala, tulang, kaki dan isi perut.

Anjuran tersebut sesuai dengan standar WHO. Ditegaskan bahwa daging murni tersebut aman untuk dikonsumsi.

Khusus di Kabupaten Sinjai sendiri terdapat 30 ekor ternak sapi milik warga positif PMK

Sapi warga yang terbanyak terkena penyakit PMKberada di Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo. 

Selain itu juga pernah ada di Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe.

Di daerah itu terdapat 10 ekor telah dipotong secara bersyarat.

Pada bagian kepala, kaki, tulang dan isi perut tidak boleh dikonsumsi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved