Breaking News:

Belanja Peralatan Dapur di Hari Asyura, Bertentangan dengan Agama? Simak Penjelasan AGH Syaharullah

Hal itu diungkapkan salah satu pembina Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Gurutta H Syaharullah Maddaini kepada TribunBarru.com

Penulis: Darullah | Editor: Saldy Irawan
DOK PRIBADI
Tradisi 10 Muharram atau hari Asyura, emak-emak serbu penjual peralatan dapur di Pasar Mangkoso, Senin (8/8/2022). 

TRIBUNBARRU.COM, BARRU - Berbelanja peralatan dapur di 10 Muharram atau hari Asyura merupakan anjuran dalam Islam.

Hal itu diungkapkan salah satu pembina Pondok Pesantren DDI Mangkoso, AGH Syaharullah Maddaini kepada TribunBarru.com, Senin (8/8/2022).

"Hal itu memang dianjurkan dalam Islam, karena ada hadisnya," ujarnya.

"Cuman dalam hadis disampaikan secara umum, bukan harus dengan peralatan dapur," kata Gurutta H Syaharullah.

Dalam hadis dikatakan, lanjut Syaharullah, Barang siapa yang melapangkan rezeki keluarganya di hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya satu tahun kedepan.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Al-baihaki dengan status hadisnya yaitu hadis hasan.

"Ini budaya belanja peralatan dapur sudah turun temurun. Karna dahulu nenek moyang kita hanya mampu untuk membeli peralatan dapur maka itulah yang dibeli untuk merealisasikan hadis tersebut," ungkap pembina ponpes yang membawakan pengajian santri dengan kitab Riadussolihin.

"Tapi kalau sekarang rezeki kita sudah lebih dari itu, maka boleh kita untuk membelikan seperti emas dan lain sebagainya untuk melapangkan rezeki keluarganya," jelasnya.

"Dan yang terpenting disesuaikan dengan kondisi keungan, kalau mampu untuk membeli yang nilainya lebih dari peralatan dapur, itu lebih bagus lagi," tandasnya.

Pihaknya mengungkapkan bahwa membeli peralatan dapur di hari Asyura merupakan budaya yang sudah turun-temurun, sehingga agak susah untuk merubahnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved