Upaya penerbangan di Wakatobi

Tarik Ulur Wacana Penerbangan Kembali Wings Air, Hendry Madjid: Pemda Pelit Subsidi

Wacana terbang kembalinya maskapai Wings Air di Wakatobi, seakan belum ada titik terang. 

Penulis: Desi T Aswan | Editor: Sukmawati Ibrahim
Dokumen Pribadi
Aktivis sosial, Hendry Madjid. Ia menyayangkan soal wacana terbang kembalinya maskapai Wings Air di Wakatobi, seakan belum ada titik terang.  

TRIBUN-TIMUR.COM- Wacana terbang kembalinya maskapai Wings Air di Wakatobi, seakan belum ada titik terang. 

Aktivis Sosial, Hendry Madjid menilai hal ini bukan masalah baru yang harus mencari tahu dulu untuk dituntaskan. 

Baginya, regulasi jelas menentukan arah ke depannya maskapai akan tetap mengudara atau tidak. 

Terlebih, subsidi angkutan udara sejak tahun 2003 dari masa ke masa adalah bentuk komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menggerakan destinasi wisata di kancah nasional dan mancanegara. 

"Jadi ini bukan persoalan baru, ini bisa dituntaskan segera asal bisa punya komitmen dan tanggungjawab," jelasnya kepada Tribun-Timur.com, Kamis (4/8/2022). 

Hendry membandingkan kepemimpinan Bupati Wakatobi, Haliana dengan dua pemimpin Kabupaten Wakatobi terdahulu Hugua dan Arhawi. 

Masing-masing memiliki ciri khas dan komitmen.

Hugua menjadi bupati pertama Kabupaten Wakatobi yang dipilih secara demokratis.

Dialah yang membangun Bandara Wakatobi. Setelah dua periode berjalan, Hugua meninggalkan posisi kepemimpinannya digantikan pasangannya sendiri, Arhawi. 

Arhawi memegang kendali atas kebijakan di Pemerintahan Kabupaten Wakatobi, namun tetap berkomitmen menjalankan mimpi besar Hugua.

"Meskipun antara income dan nilai subsidi yang direlakan tidak paralel, tapi dua pimpinan sebelumnya tetap pada pendirian membayar kursi kosong pada dulu Susi Air, dan sekarang Wings Air," jelasnya.

Baginya, Hugua dan Arhawi paham visi Wakatobi, didukung dengan anggota legislatifnya yang juga sejalan dan mendukung ekonomi pariwisata sebagai bassic sector. 

Kini di 2022, sambung Hendry, dimana, menurutnya masa kepemimpinan Haliana seakan membuat Wakatobi mundur 100 langkah. 

"Bupati dan 25 aleg yang dipiara daerah paham atau tidak, sependek pengetahuanku, mereka harus paham, terlebih Bupati yang maha kuasa," jelasnya. 

Sederhana saja, kata Hendry, jika tata kelola daerah adalah untung-untungan, maka subsidi adalah haram. 

"Pengusaha mana, praktisi mana atau orang bodoh mana yang mau rugi? Namun apakah semua pengelolaan daerah resultannya adalah untung? Saya pikir tidak, toh jikapun rugi, bukan uang pribadimu, bukan modal yang keluar dari sakumu. Kesannya, Pemerintah pelit subsidi padahal untuk memudahkan masyarakat sendiri loh," tegasnya menyindir.  

Hendry mengacu pada daya dobrak seorang pemimpin untuk bisa mengembangkan wisatanya lebih maju ke depan. 

"Kembali lagi basic sector kita adalah daya jual wisata, keindahan pantai, laut, dan seisinya. Bukan masyarakat lokal yang hanya menikmati tapi orang lain di luar sana ingin bertandang tentu membutuhkan akses lebih muda," jelasnya.

Hendry seakan mencurigai Pemerintah Wakatobi enggan mengeluarkan subsidi sebagai jalan pintas Wings Air terbang kembali. Karena dianggap sebagai pengurangan anggaran.

"Tak sudi kiranya jika anggaran yang sedemikian kecil ini digunakan untuk mensubsidi kursi kosong pada Wings Air yang nanti minim income lagi," tambahnya.

Postur anggaran untuk 2022, menurutnya sudah terbagi untuk membiayai segala pekerjaan lain di daerah.

Ia pun menitip pesan pada 25 anggota DPRD Kabupaten Wakatobi, untuk bisa fokus membahas subsidi ini sebelum diparipurnakan untuk disampaikan kepada Bupati Wakatobi

"Apakah Pak Bupati masih ingin wakatobi sektor dasarnya adalah pariwisata? Jawabanya akan menentukan apakah kita wajib mensubsidi atau tidak," jelasnya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) dan Pemerintah Kabupaten Wakatobi masih mempertimbangkan subsidi biaya operasional maskapai Wings Air.

Pemberian subsidi biaya operasional ke Wings Air, agar maskapai tersebut kembali beroperasi melayani penerbangan ke Wakatobi menuju Kendari atau sebaliknya.

Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Muhammad Rajulan mengatakan, pihaknya bersama maskapai dan Pemkab Wakatobi sudah membahas pemberian subsidi biaya operasional ke Wings Air.

"Hasil pertemuan, kita sepakat untuk membuka kembali jalur penerbangan ke Wakatobi," ujarnya saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (2/8/2022).

"Tapi ini masih melalui proses karena harus ada dukungan dari Pemkab Wakatobi, Buton, Buton Selatan dan Buton Tengah," tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved