Wabah PMK

Kepala Dinas Peternakan Sulsel Nurlina Saking: Hewan Terjangkit PMK Harus Dipotong Bersyarat

Pemotongan bersyarat adalah jalan terbaik untuk memberantas PMK. Sebab, ketika ternak sudah dipotong, otomatis virusnya juga akan ikut mati.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Sukmawati Ibrahim
WAHYUDIN TAMRIN/ TRIBUN TIMUR
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sulsel Nurlina Saking ditemui di kantornya, Jumat (5/8/2022). Ia mengatakan, sejak menemukan kasus pertama di Tana Toraja dan Toraja Utara pada 4 Juli 2022, langsung meminta untuk dilakukan pemotongan bersyarat. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Sulsel Nurlina Saking mengatakan, hewan terjangkit PMK harus dipotong bersyarat.

Ia mengatakan, sejak menemukan kasus pertama di Tana Toraja dan Toraja Utara pada 4 Juli 2022, langsung meminta untuk dilakukan pemotongan bersyarat.

Namun saat itu, kata Nurlina Saking, pemilik ternak enggan untuk melakukannya. Apalagi kerbau di Toraja memiliki harga yang cukup tinggi.

Sehingga pemotongan bersyarat baru mulai dilakukan pada 18 Juli 2022 atau dua minggu sejak PMK terdeteksi.

Ketika kasus terus meningkat, Nurlina Saking pun langsung mewajibkan semua hewan ternak yang terjangkit PMK harus di potong bersyarat.

Menurutnya, pemotongan bersyarat adalah jalan terbaik untuk memberantas PMK.

Sebab, ketika ternak sudah dipotong, otomatis virusnya juga akan ikut mati.

Sementara jika hanya diberi obat dan sembuh, tidak menjamin virus akan mati.

"Jadi memang harus dipotong bersyarat," katanya kepada Tribun-Timur.com, Jumat (5/8/2022).

Nurlina Saking meminta, peternak segera melakukan potong bersyarat jika mendapatkan gejala mencirikan PMK. Apalagi kalau sudah dijustifikasi oleh petugas.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved