Kapolri Jenderal Listyo Murka Saat Tahu Peran 10 Perwira Dalam Kasus Brigadir J, Kini Dapat Ganjaran

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ternyata memantau 10 perwira polisi tersebut saat proses pengusutan kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Irj

Editor: Ansar
Kolase TribunTimur.com
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ferdy Sambo dan Brigadir J 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sepuluh perwira polisi yang terlibat dalam pengusutan kasus kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J kini mendapat ganjaran.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ternyata memantau 10 perwira polisi tersebut saat proses pengusutan kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

10 perwira yang membuat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo murka kini mendapat hukuman. Mereka dicopot dari jabatannya.

Pencopotan dilakukan oleh Kapolri setelah memutuskan, para perwira ini dianggap tidak profesional dan menghambat penanganan kasus tewasnya Brigadir J.

Buntut dari kasus kematian tersebut, 10 perwira kini dipindahkan menjadi Pati Yanma Polri.

Adapun pencopotan tersebut berdasarkan surat telegram dengan ST Nomor 1628/VIII/KEP/2022 tanggal 4 Agustus 2022.

Surat itu ditandatangani oleh As SDM atas nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Malam hari ini saya keluarkan TR khusus untuk memutasi dan tentunya harapan saya proses penanganan tindak pidana terkait meninggalnya Brigadir Yosua ke depan akan berjalan baik," kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa Irjen Sambo dicopot dalam rangka pemeriksaan oleh inspektorat khusus (Irsus).

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit (tengah). (Dok Div Humas Polri)
"Yang dimutasi sebagai Pamen Yanma Polri dalam status proses pemeriksaan oleh Irsus timsus," ujar Dedi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved