Pesta Pernikahan di Wajo Ricuh Gegara Tak Salawatan, Istri Kades Dipukul Pakai Kayu Bikin Tamu Bubar

Pesta pernikahan yang telah berlangsung di Desa Lompoloang kecamatan Pitimpanua seketika kacau saat seorang warga iniasial Haji DM datang mengamuk.

Editor: Ansar
Kolase TribunTimur.com
Ilustrasi korban penganiayaan dan acara pesta ricuh. Pesta pernikahan yang telah berlangsung di Desa Lompoloang kecamatan Pitimpanua seketika kacau saat seorang warga iniasial Haji DM datang mengamuk. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pesta pernikahan di Kabupaten Wajo, kini menjadi pembahasan lantaran istri seorang kepala desa dianiaya di depan warganya.

Pesta pernikahan yang telah berlangsung di Desa Lompoloang kecamatan Pitimpanua seketika kacau saat seorang warga iniasial Haji DM datang mengamuk.

DM mengamuk lantaran pihak tuan rumah, Anwar dan Nira tak ada acara salawatan. Sementara acara lain sering ada salawatannya.

DM masuk ke pesta yang berlangsung pada 23 Juli 2022 tersebut dan menghantam piring yang disiapkan tuan rumah, dengan menggunakan kayu.

Saat DM mengamuk, istri kepala desa Lompoloang Abdul Rahim, Hj Masnaini berdiri dan berusaha menenangkan DM.

Hal itu membuat Hj Masnaini terkena pukulan DM di bagian pinggang. Pemukulan tersebut disaksikan, Abdul Rahim.

Setelah insiden serangan yang terjadi sekira pukul 13.00 Wita tersebut, Hj Masnaini taruma.

Korban kemudian memutuskan untuk melapor ke polisi pada pukul 17.00 Wita, setelah didampingi delapan orang pengacaranya dari Makassar.

Hal itu dikatakan oleh Firman perwakilan pengacara Hj Masnaini kepada Tribun-Wajo.com, Kamis (4/8/2022).

"Pelaku ini datang mengamuk karena tidak ada acara salawatan di pesta pernikahan yang digelar di rumah Anwar dan Nira. Padahal banyak tamu," kata Firmansyah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved