Hajja Murni, Usia Senja Masih Mampu Jahit Bendera Merah Putih hingga 40 Lembar Per Hari

Diusianya yang sudah tidak muda lagi, Hajjah Murni menjual hasil jahitan bendera merah putih miliknya hingga ke Kabupaten Bone

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Waode Nurmin
TribunSinjai.com/Samsul Bahri
Hajja Murni sedang memproduksi bendera merah putih di Jl Hos Coroaminoto, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Selasa (2/8/2022) 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA- Hajjah Murni (64) warga Jl Hos Cokrominoto, Kecamatan Sinjai Utara, Sinjai, Sulawesi Selatan, mampu produksi bendera merah putih 40 lembar setiap hari, meski usianya sudah beranjak senja.

Pukul 08.00 pagi hari, Hajah Murni sudah bersiap memulai aktifitasnya sebagai penjahit tradisional.

Menjelang hari Kemerdekaan Republik Indonesia permintaan bendera dan umbul-umbul merah putih meningkat.

Pasarannya di Pasar Sentral Sinjai hingga di Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone.

Ia dibantu seorang putrinya bernama Sahriani Ridwan.

Murni yang menjahit bendera merah putih, Sahriani pergi ke Kota Makassar membeli kain dan memasarkan bendera dan umbul-umbul itu di pasar.

Jahitan bendera merah putih Murni tak kalah bersaing dengan umbul-umbul dan bendera yang diproduksi asal Pulau Jawa.

Pelanggan Murni umumnya adalah para guru-guru, pihak sekolah dan sejumlah intansi pemerintah lainnya.

Termasuk ribuan nelayan asal Sinjai yang melaut sampai ke Pulau Jawa.

Bendera merah putih yang diproduksinya bervariasi mulai harga Rp 10 ribu untuk ukuran 60 centimeter

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved