Kosmetik Ilegal

BBPOM Makassar Sita Ratusan Produk Ilegal

BBPOM Makassar, kembali merazia sebanyak 697 item temuan kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya

Penulis: Sanovra Jr | Editor: Sanovra Jr
BBPOM Makassar Sita Ratusan Produk Ilegal - bpom1.jpg
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Kepala BBPOM Makassar, Hardaningsih (kedua kiri) merilis temuan kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya berlangsung di kantor BPOM Makassar, Jl Baji Minasa, Makassar, Selasa (2/8/2022).
BBPOM Makassar Sita Ratusan Produk Ilegal - bpom2.jpg
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Kepala BBPOM Makassar, Hardaningsih memperlihatkan temuan kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya di kantor BPOM Makassar, Jl Baji Minasa, Makassar, Selasa (2/8/2022).
BBPOM Makassar Sita Ratusan Produk Ilegal - bpom3.jpg
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Sejumlah Kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya dirilis BPOM Makassar di Jl Baji Minasa, Makassar, Selasa (2/8/2022).

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar, kembali merazia sebanyak 697 item temuan kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya.

Kepala BBPOM Makassar, Hardaningsih (kedua kiri) merilis temuan kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya berlangsung di kantor BPOM Makassar, Jl Baji Minasa, Makassar, Selasa (2/8/2022).
Kepala BBPOM Makassar, Hardaningsih (kedua kiri) merilis temuan kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya berlangsung di kantor BPOM Makassar, Jl Baji Minasa, Makassar, Selasa (2/8/2022). (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Kepala BBPOM Makassar, Hardaningsih merilis temuan tersebut yang berlangsung di kantor BPOM Makassar, Jl Baji Minasa, Makassar, Selasa (2/8/2022).

Sebanyak 697 item temuan kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya ini disita dari 22 sarana disribusi kosmetik di Sulawesi Selatan.

Diketahui penertiban produk kosmetik ilegal tersebut dilakukannya pada bukan Juli 2022 lalu. Dengan menargetkan produk-produk tanpa izin edar, serta produk yang mengandung bahan berbahaya.

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved