Virus PMK

14 Ekor Sapi Terjangkit PMK di Sinjai Dipotong Bersyarat

14 ekor sapi terpaksa dipotong secara bersyarat setelah positif PMK dengan tidak boleh dikonsumsi kaki, kepala, isi perut dan tulangnya.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sinjai Burhanuddin memberi penjelasan soal PMK di kantornya, Selasa (2/8/2022). Sebanyak 14 ekor ternak sapi warga terpaksa dipotong bersyarat karena terjangkit PMK. 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Sebanyak 14 ekor ternak sapi warga terpaksa dipotong di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Sapi tersebut dipotong bersyarat karena positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"14 ekor sapi terpaksa dipotong secara bersyarat setelah positif PMK dengan tidak boleh dikonsumsi kaki, kepala, isi perut dan tulangnya, ini disebut dipotong bersyarat," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sinjai, Burhanuddin, Selasa (2/8/2022).

Ke 14 ekor tersebut disembelih di tiga tempat berbeda. Sebanyak 10 ekor dipotong di Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe.

Satu ekor dipotong di Desa Lamatti Riattang dan dua ekor dipotong di Desa Duampanuae, Kecamatan Bulupoddo.

Sebelumnya ada 30 ekor keseluruhan yang positif PMK. Kini tersisa 16 ekor yang positif PMK.

Ternak tersebut berada di Kecamatan Bulupoddo dan Kecamatan Tellulimpoe.

Burhanuddin mengungkap bahwa awal masuknya PMK di Sinjai yakni seorang pedagang asal Kecamatan Bulupoddo membawa puluhan sapi ke Kota Makassar untuk dikurbankan.

Namun tujuh diantaranya tidak laku. Saat tidak laku pada lebaran Iduladha lalu, pedagang asal Bulupoddo itu membawa pulang ke Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo.

Setelah tiba di Tompobulu ke tujuh ekor tersebut menderita PMK.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved