DPD REI SULSEL

DPD REI Sulsel Harap Sinergi dengan OJK Bisa Tingkatkan Bisnis Properti

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan (Sulsel) komitmen menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak..

REI SULSEL
Pengurus DPD REI Sulsel saat audiensi ke Kantor OJK Sulampua. Jl Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Senin (1/8/2022). Hadir langsung Ketua DPD REI Sulsel M Sadiq, Mustajab Mudji, Abdul Salam, Abdul Malik Ibrahim dan pengurus lainnya 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan (Sulsel) komitmen menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.

Itu demi meningkatkan sinergitas agar bisnis properti kian cemerlang ke depannya.

Salah satunya dengan menjalin hubungan baik dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ditandai dengan kunjungan pengurus DPD REI Sulsel ke Kantor OJK Sulampua, Jl Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Senin (1/8/2022).

Hadir langsung Ketua DPD REI Sulsel M Sadiq, Mustajab Mudji, Abdul Salam, Abdul Malik Ibrahim dan pengurus lainnya.

Kunjungan pengurus DPD REI Sulsel ke Kantor OJK Sulampua, Jl Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Senin (1/8/2022).
Kunjungan pengurus DPD REI Sulsel ke Kantor OJK Sulampua, Jl Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Senin (1/8/2022). (REI SULSEL)

Pertemuan DPD REI Sulsel dengan pihak OJK Sulampua berlangsung hangat dan santai.

Baik DPD REI Sulsel maupun OJK banyak berbicara soal trend bisnis properti saat ini.

Termasuk peluang-peluang yang bisa disinergikan ke depannya.

Khususnya edukasi keuangan agar bisnis KPR yang dijalankan DPD REI Sulsel selalu berjalan secara optimal.

Demikian disampaikan Ketua DPD REI Sulsel M Sadiq via pesan WhatsApp, Senin (1/8/2022) malam.

"Besar harapan REI Sulsel agar sinergi dengan OJK khususnya dalam bisnis properti bisa menaikkan intuisi dan edukasi pembiayaan khususnya untuk REI Sulsel," kata M Sadiq.

Ia menambahkan, posisi KPR ini di Sulsel kurang lebih Rp 21 triliun.

"Ini harus dijaga iramanya agar berputar ekonomi. Karena sektor preperti mempengaruhi 172 sektor industri dan jasa," tukas M Sadiq. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved