Breaking News:

Upah Belum Dibayar, Pekerja Segel SD Inpres Pasang Lambe Pinrang

buruh bangunan atau pekerja gedung SD Inpres Pasang Lambe Pinrang, segel ruang kelas karena upahnya belum dibayar kontraktor

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Waode Nurmin
Tribunnews
ilustrasi sekolah di segel- Buruh bangunan atau pekerja gedung SD Inpres Pasang Lambe Pinrang, segel ruang kelas karena upahnya belum dibayar kontraktor 

TRIBUNPINRANG.COM, PINRANG - Gedung SD Inpres Pasang Lambe, Desa Lembang Mesakada, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, disegel oleh sejumlah masyarakat.

Penyegelan sekolah tersebut lantaran kontraktor belum membayar upah buruh bangunan yang mengerjakan sekolah tersebut.

Aksi penyegelan itu terjadi sejak proses pengerjaan rehabilitasi gedung selesai sampai sekarang.

Akibatnya, para siswa terpaksa belajar di gedung lama.

Berdasarkan data LSPE Kabupaten Pinrang, proyek rehabilitasi ruang kelas SD Inpres Pasang Lambe dimenangkan oleh CV Cahaya 15 Jaya dengan harga penawaran Rp.430.401.580.

Kepala Desa Lembang Mesakada, Yohanis Pakuli membenarkan adanya penyegelan tersebut.

Ia mengaku proyek yang dikerjakan tahun 2021 itu telah rampung.

"Iya betul. Sekolahnya belum bisa digunakan untuk proses belajar mengajar karena ruang kelasnya digembok oleh pekerjanya. Pekerja bagunan sekolah itu merupakan warga Dusun Lembe," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (29/7/2022).

Dikatakan, kasus ini sudah pernah dilakukan mediasi bersama dengan pihak kepolisian.

Dia juga berharap Pemkab Pinrang turun menyelesaikan persoalan tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved