Kata-kata Supriansa ke Kapolda Sulsel Setelah Polisi Gagalkan Peredaran 11 Kilogram Sabu di Parepare

Supriansa menyampaikan permintaan kepada Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana dan jajaran kepolisian setelah mengpareasiasi.

Editor: Ansar
Kolase TribunTimur.com
Kolase anggota Komisi III DPR RI, Supriansa Mannahawu dan penangkapan 11 kilogram sabu-sabu di Parepare 

TRIBUN-TIMUR.COM - Penangkapan sabu-sabu seberat 11 kilogram di Kawasan Pelabuhan Nusantara ( KPN) Kota Parepare menyita perhatian anggota Komisi III DPR RI, Supriansa Mannahawu.

Supriansa menyampaikan permintaan kepada Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana dan jajaran kepolisian setelah mengpareasiasi.

Apresiasi Supriansa ke Kapolda Irjen Nana Sudjana setelah anak buahnya menggagalkan peredaran narkoba di Sulsel.

Supriansa mengatakan, 11 kilogram cukup besar. Jika sabu-sabu tersebut beredar, maka menyebabkan kehancuran bagi masa depan anak.

"Bisa dibayangkan kalau itu (sabu-sabu), sempat beredar ditengah-tengah masyarakat, betapa hanncurnya masa depan anak-anak kita. Saya apresisai setinggi-tingginya kepada Kapolda," kata dia.

Supriansa melanjutkan,  karena Kapolda sudah menyatakan Sulsel sudah dikategorikan sebagai darurat narkoba, maka seluruh kekuatan sudah seharusnya digunakan untuk memerangi narkoba yang disinyalir sudah menyentuh masyarakat pedesaan.

"Narkoba adalah salah satu bentuk penjajahan kepada generasi kita untuk melumpuhkan kehidupan dan masa depan hari esoknya.

Olehnya itu kepada segenap lapisan masyarakat sulsel agar ikut membantu kepolisian, terutama dengan memberikan informasi kepada polisi terdekat jika ada yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal kita," kata dia.

Sebelumnya, Personel Polsek kawasan Pelabuhan Nusantara ( KPN) Kota Parepare,  mengamankan 11 paket besar yang berisikan masing-masing 1 kilogram sabu.

Penangkapan ini bermula saat petugas kepolisian mengaku curiga dengan bawaan penumpang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved