Harganas ke-29, BKKBN Sulsel Ajak Keluarga Cegah Stunting

BKKBN ditunjuk sebagai koordinator penanganan stunting sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021

Penulis: Siti Aminah | Editor: Waode Nurmin
Tribun-Timur.com/Siti Aminah
BKKBN Sulsel peringati Harganas ke 29 di Kantor BKKBN Sulsel, Jl AP Pettarani, Kamis (28/7/2022). Dalam Harganas BKKBN mengangkat tema 'Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting' 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan fokus terhadap penanganan stunting.

Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 dijadikan sebagai momentum untuk mengedukasi keluarga untuk mencegah stunting.

Hal itu sesuai dengan tema yang diambil, 'Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting'

Ketua Panitia Harganas ke -29 BKKBN Sulsel Irma Wahyuni Bahtiar mengatakan, tema ini terkait dengan tugas baru yang diberikan Presiden kepada BKKBN.

Yakni sebagai koordinator penanganan stunting sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.

BKKBN diberi target agar angka stunting di tahun 2024 bisa turun di angka 14 persen.

"Untuk mencapai target tersebut diperlukan upaya yang serius dan kerja keras dari seluruh pihak, salah satunya melalui kolaborasi lintas sektor," ucap Irma Wahyuni Bahtiar, Kamis (28/7/2022).

Untuk menurunkan stunting, harus dilakukan intervensi dari hulu ke hilir.

Serta intervensi yang spesifik dan sensitif.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel, Andi Ritamariani mengatakan, peringatan Harganas ke-29 ini bertujuan meningkatkan peran stakeholder, tokoh masyarakat dan keluarga dalam pembangunan keluarga.

Juga meningkatkan kinerja Pengelola dan Petugas Bangga Kencana dalam meningkatkan Program Bangga Kencana.

"Pada intinya kita ingin meningkatkan kepedulian keluarga Indonesia dalam pencegahan stunting," ujarnya

Kata Rita, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat.

Memiliki peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama membentuk karakter anggota keluarga.

Juga berperan penting dalam pembangunan dimana persemaian nilai-nilai agama, kemanusiaan, kebangsaan, keadilan sosial dan nilai-nilai moral secara praktis akan berproses dan ditentukan oleh keluarga. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved