Satpam Kejari Palopo Tewas

Kuasa Hukum Mahasiswa Palopo: Klien Kami Tak Dorong Pagar Hingga Roboh, Itu Hanya Kecelakaan

Menurutnya, pagar roboh diakibatkan kecelakaan, sebab sebelumnya pagar dalam kondisi terbuka.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Muh. Irham
Tribun Palopo
Kuasa hukum 11 mahasiswa mendatangi Markas Polres Palopo untuk mempertanyakan alasan penetapan tersangka terhadap kliennya, Rabu (26/7/2022). Kuasa hukum berdalih, tak ada mahasiswa yang berunjukrasa saat itu yang mendorong pagar hingga roboh dan menewaskan satu orang satpam Kejari Palopo 

PALOPO, TRIBUN-TIMUR.COM - Polisi telah menetapkan 11 orang mahasiswa sebagai tersangka dalam kasus tewasnya Satpam Kejari Palopo saat aksi unjuk rasa mahasiswa, pekan lalu.

Satpam Kejari Palopo yang bernama Abdul Azis tersebut, tewas tertimpa pagar Kejari Palopo saat mahasiswa berusaha masuk ke halaman kantor Kejari Palopo.

Almarhum meninggalkan seorang istri, enam orang anak, dan tujuh orang cucu.

Pascakejadian tersebut, polisi langsung bergerak mencari tersangka. Hasilnya, sebanyak 11 orang mahasiswa yang ikut berunjuk rasa, langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan tersangka terhadap 11 mahasiswa ini direspon oleh kuasa hukum mahasiswa. Salah seorang kuasa hukum, Andi Ikra Rahman mengatakan, saat kejadian, tidak satupun mahasiswa yang mendorong pagar hingga roboh.

"Berdasarkan pengakuan klien kami, tidak satupun dari mereka melakukan pengrusakan atau mendorong pagar yang mengakibatkan robohnya pagar dan menimpa korban," kata Ikra, Rabu (27/7/2022).

Menurutnya, pagar roboh diakibatkan kecelakaan, sebab sebelumnya pagar dalam kondisi terbuka.

Ketika peserta aksi unjuk rasa mendekat dan berniat untuk masuk ke area Kantor Kejaksaan Negeri Palopo, satpam bergegas menutup pintu pagar dengan cara mendorong sisi pagar yang menggunakan rel.

"Kami menduga kemungkinan besar karena didorong terlalu kuat mengakibatkan roda pintu pagar terlepas dari relnya, kemudian pagar rebah dan menimpa korban," ujarnya.

Atas penetapan para tersangka, Ikra meminta penyidik Polres Palopo bekerja secara profesional, bukan karena ada tekanan massa.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved