Aksi Cepat Tanggap

Presiden ACT Tersangka & Terancam 20 Tahun Penjara, Abu Janda: Hukuman yang Pas Buat 2 Mahluk Biadab

Abu Janda turut berkomentar terkait pendiri Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar yang terancam 20 tahun penjara.

Editor: Sakinah Sudin
Kolase Tribun Timur/ Sakinah Sudin
ACT - Foto kolase: Pendiri lembaga kemanusian Aksi Cepat Tanggap Ahyudin (kiri) dan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda (Instagram @permadiaktivis2). Presiden ACT tersangka dan terancam 20 tahun penjara, Abu Janda: hukuman yang pas buat 2 mahluk biadab. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda turut berkomentar terkait pendiri Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar yang terancam 20 tahun penjara.

Diketahui, Ahyudin dan Ibnu Khajar terancam 20 tahun penjara usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus penyelewengan donasi di lembaga filantropi tersebut.

"alhamdulillah, maling duit donasi akhirnya bakal dibui 20 tahun..

hukuman yang pas buat 2 mahluk biadab (emoji)

semoga ke depan jadi pelajaran buat umat islam agar tidak mudah dibodohi oleh bandit bergamis yang jualan "infaq terbaik ke palestina"

joged pagi biar semangat lur (emoji)," tulis Abu Janda lewat postingan di akun Instagram @permadiaktivis2, Selasa (26/7/2022), dikutip Tribun-Timur.com.

Tampak sahabat Denny Siregar dan Eko Kuntadhi memposting sebuah video berisi capture artikel tentang Presiden ACT terancam 20 tahun penjara.

Baca juga: Dana ACT Diduga Ngalir ke Koperasi Syariah 212, DS: Pantas Gerakan 212 Waktu Itu Besar. Ada Bohirnya

Dilansir Tribun-Timur.com dari Tribunnews.com, Bareskrim Polri menetapkan pendiri Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar sebagai tersangka dugaan kasus penyelewengan donasi di lembaga filantropi tersebut.

Penetapan tersangka tersebut setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Senin (25/7/2022). Hasilnya, keduanya ditetapkan sebagai tersangka.

"Pada pukul 15.50 WIB, mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Helfi Assegaf di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/7/2022).

Selain dia, kata dia, penyidik juga menetapkan dua tersangka lainnya berinisial HH selaku Anggota Pembina ACT dan NIA selaku Anggota Pembina ACT.

Ia menyampaikan bahwa keempat tersangka kini masih belum diproses penahanan. Menurutnya, penyidik masih melakukan diskusi internal terkait rencana tersebut.

"Sementara kami masih melakukan diskusi internal terkait penangkapan dan penahanan," pungkasnya.

Terancam 20 Tahun Penjara

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved