Bantuan

Ketua PKK Lutim Salurkan Bantuan untuk Anak Stunting di Kecamatan Towuti

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Muh. Irham
ist
Ketua Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Luwu Timur, Sufriaty menyalurkan makanan tambahan di Kecamatan Towuti, Kamis (25/7/2022). 

MALILI, TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Luwu Timur, Sufriaty menyalurkan makanan tambahan di Kecamatan Towuti, Kamis (25/7/2022).

Bantuan makanan tersebut untuk balita dengan kategori stunting.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Data balita stunting tahun 2020 di Kabupaten Luwu Timur ada 1.446 balita atau setara 6.2 persen.

Menurun dibanding tahun 2019 sekitar 1.666 balita atau 7.2 persen dari jumlah balita 23.359 balita tersebar di 11 kecamatan.

Ada lima desa di Kecamatan Towuti yaitu Tokalimbo, Masiku, Loeha, Rante Angin dan Desa Bantilang.

Ketua PKK Luwu Timur, Sufriaty mengatakan, bantuan makanan tambahan itu untuk menyembuhkan sekaligus mencegah stunting dan gizi buruk bagi anak.

"Kami menganggap bahwa lima desa ini memiliki angka stunting yang sangat tinggi," kata Sufriaty.

Diharapkan, pemberian makanan tambahan ini menjadi stimulan bagi ibu yang memiliki anak dengan kategori stunting.

"Agar kedepan mereka mau memberikan anaknya makanan yang bergizi," kata Sufriaty, Selasa (26/7/2022).

Menurutnya, pola makan yang bergizi, menjaga lingkungan tetap bersih hal utama untuk menjaga anak agar tidak stunting.

"Tentu bukan menjadi harapan kita jika anak-anak tumbuh besar tetapi tidak dalam keadaan sehat dan cerdas,"

"Olehnya itu, kami berharap ada generasi emas yang dapat meneruskan apa yang telah kita laksanakan sekarang ini," imbuhnya.

Istri Bupati Luwu Timur, Budiman ini mengimbau pendamping desa untuk aktif mengontrol.

"Jadi bukan hanya pendataan, tetapi juga memotivasi dengan memberikan penyuluhan terhadap seluruh masyarakat," ujar dia.

Diharapkan kerjasama TP PKK di lima desa, sehingga tidak ada lagi kasus dan anak dengan kategori stunting.

"Semoga anak-anak yang stunting bisa segera pulih," harapnya.

Pengurus TP PKK desa harus punyai program kerja yang memberikan manfaat bagi masyarakat. 

"Jadi jangan sampai pengurus hanya menunggu perintah dan arahan saja, kami tidak berharap demikian,” pesannya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved