PLTA Bakaru

31 Tahun Desa Peppangan Dekat PLTA Bakaru Tak Dialiri Listrik, Ternyata Ini Alasannya

Massa menuntut pihak PLN untuk melakukan pemasangan listrik di kampung mereka yang hanya berjarak 2 km dari PTLA Bakaru

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Muh. Irham
ist
Puluhan masyarakat dan mahasiswa Peppangan, Desa Rajang Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang melakukan aksi unjuk rasa di beberapa lokasi, Senin (25/7/2022). Mereka menuntut agar PLN memasang jaringan listrik ke desa mereka 

PINRANG, TRIBUN-TIMUR.COM - Puluhan masyarakat dan mahasiswa Peppangan, Desa Rajang Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang melakukan aksi unjuk rasa di beberapa lokasi, Senin (25/7/2022).

Massa terlebih dahulu melakukan aksinya di Kantor UPTD Kehutanan Pinrang.

Kemudian bergeser ke depan Kantor UPT 3 PLN Pinrang.

Dari pantauan, para demonstran melakukan aksi bakar ban bekas di beberapa titik.

Massa menuntut pihak PLN untuk melakukan pemasangan listrik di kampung mereka.

Jenderal lapangan aksi, Nasrul mengatakan sudah 31 tahun kampungnya tidak merasakan aliran listrik.

Diketahui,  PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Bakaru yang dibangun di dekat Desa Peppangan itu disahkan langsung oleh Presiden ke-3 Indonesia, Soeharto pada Senin,(13/5/1991)

PLTA Bakaru merupakan salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Air milik PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang terletak di Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.

PLTA Bakaru memiliki kapasitas 150 KV. Sepanjang tahun 2020 PLTA Bakaru mampu menghasilkan daya listrik sebesar 896.787 MWH (Megawatt-Hour).

PLTA Bakaru telah mampu menerangi sampai tiga provinsi yakni Sulsel, Sulbar dan Sultra.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved