Implementasi Kurikulum Merdeka di Soppeng, Bupati: Kalau Pendidikan Saya Dukung 1000 Persen

Kurikulum Merdeka diluncurkan Mendikburistek Februari 2022 lalu sebagai salah satu Program Merdeka Belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Kabupaten Soppeng jadi satu daerah yang dikunjungi Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK) Kemendikbudristek, untuk pengimplementasian Kurikulum Merdeka, Kamis (21/7/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kabupaten Soppeng jadi satu daerah yang dikunjungi Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK) Kemendikbudristek.

Tujuannya yakni menjabarkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang saat ini didorong Kementerian Pendidikan untuk setiap sekolah.

Kepala BPPMPV KPTK, Andi Rusdi, dalam sambutannya menyampaikan tujuan dari kunjungan kerja tersebut adalah melihat bagaimana Pemda setempat mendukung Kurikulum Merdeka khususnya di daerah Soppeng.

"Kedatangan kami disini untuk mengawal, dan mendampingi sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribun-Timur.com, Jumat (22/7/2022).

Andi Rusdi juga mengajak guru dan kepala sekolah untuk memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.

Bupati Soppeng Kaswadi Razak, yang menyambut kedatangan Kemendikbudristek, mendukung penuh implementasi kurikulum tersebut.

"Kalau soal pendidikan, kami dukung 1000 persen", ujar Bupati kelahiran 1 Februari 55 tahun silam.

Seorang guru SDN 7 Salotungo, Rahmi Humaerah, yang diwawancarai menyambut gembira dengan adanya kurikulum merdeka.

Menurutnya, Kurikulum Merdeka merupakan solusi yang tepat untuk dilakukan dalam pembelajaran

"Pada Kurikulum Merdeka siswa diberikan kebebasan, kemudian sesuai dengan bakat dan minatnya,"katanya.

Sementara itu, Fatmawati, Kepala SMAN 5 Soppeng mengatakan IKM menarik karena memuliakan hak anak.

"Kami mempedomani ini di dalam mengimplementasikan pembelajaran regulernya, pembelajaran P5nya, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasilanya, dan seluruh kegiatan intra dan ekstrakurikuler di SMA Negeri 5 Soppeng”.

Sebagaimana diketahui, Kurikulum Merdeka diluncurkan Mendikburistek pada Februari 2022 lalu sebagai salah satu Program Merdeka Belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kurikulum Merdeka berfokus pada materi yang esensial dan pada pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila. IKM secara mandiri secara lebih luas akan dimulai pada tahun ajaran 2022 ini.

SK Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 044/H/KR/2022 tanggal 12 Juli 2022 menetapkan lebih dari 140 ribu satuan pendidikan yang menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved