Jacobus Kamarlo Mayong Padang

Derita Warga Lenggo, Derita Warga Terpencil, Derita Tiada Akhir

Itulah sebabnya sekarang di DPR RI  jadwalnya ditambah dan ........tahu sendiri kan dari celoteh lepas Krisdayanti

Editor: AS Kambie
Mantan anggota DPR RI Jacobus Kamarlo Mayong Padang orasi dalam suatu aksi di Jakarta, beberapa waktu lalu. Jacobus Kamarlo Mayong Padang politisi PDI Perjuangan dari Toraja, Sulsel
Jacobus Kamarlo Mayong Padang 

Oleh: Jacobus Kamarlo Mayong Padang

Mantan Anggota DPR RI/Politisi PDI-Perjuangan


TRIBUN-TIMUR.COM -  Saya menyimak percakapan tema di WA pagi ini sambil menikmati segelas kopi tanpa gula.

Pahit, namun tetap nikmat dan kata orang, konon kopi tanpa gula menjadi obat. 

Entahlah! Saya cuma meneruskan kebiasaan leluhur saya di Sillanan Mengkendek Tana Toraja yang ketika budaya minum kopi pakai gula sudah masuk, mereka tetap dengan kebiasaannya kopi tanpa gula. 

Bahkan jika karena terjebak acara formal lalu disajikan kopi yg bergula, mereka menganggap tidak minum kopi. 

Bagi mereka yang pahit itu nikmat. Tetapi jangan karena prinsip itu lalu kita biarkan kepahitan yang menderah warga di pelosok terpencil seperti di Lenggo'.

Namun tentang Lenggo' dan banyak pelosok lain di republik ini, perkiraan saya tahun 2005  masih sekitar 30 juta orang jauh lebih banyak dari jumlah penduduk Malaysia yang saat itu belum 30 juta, sekarang sudah 32 juta. 

Saat itu secara resmi saya menyampaikannya di forum resmi, Sidang Paripurna  DPR RI.   Tetapi dari itu saya mendapat banyak pelajaran, memang berbeda mendengar masalah dengan melihat langsung apalagi merasakannya. 

Itulah sebabnya DPR/D dibuatkan jadwal reses.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved