5 Ekor Sapi Ternak Warga Sinjai Mati Terbawa Arus Banjir
Harga sapi ternak yang mati setelah hanyut itu rata-rata harga Rp 12 juta hingga Rp 14 juta per ekor.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Waode Nurmin
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Sejumlah ternak sapi milik warga di Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mati, Jumat (22/7/2022).
Sapi milik peternak asal beberapa desa mati setelah terbawa arus sungai.
" Sapi-sapi warga terbawa arus Sungai Tangka saat banjir," kata warga Ilham
Para peternak menambatkan ternaknya di pinggir sungai tersebut pada Rabu (21/7/2022).
Mereka tidak menduga jika akan hujan dihulu sungai yang lebat sehingga para peternak tetap manambatkan sapinya di pinggir sungai.
Ada lima ekor sapi yang dilaporkan mati terbawa arus sungai dinihari tadi.
Peristiwa itu terjadi setelah hujan lebat mengguyur Kabupaten Sinjai sejak Rabu sore kemarin hingga pagi tadi.
Harga sapi yang mati setelah hanyut itu rata-rata harga Rp 12 juta hingga Rp 14 juta per ekor.
Kebiasaan peternak di beberapa desa di Kecamatan Bulupoddo yakni menambatkan ternaknya di pinggir sungai.
Dampak cuaca buruk juga mengakibatkan sejumlah tanah longsor.
Dua desa di Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai terisolir karena tertutup tanah longsor.
Kedua desa tersebut Bontosalama dan Desa Terasa.
Akses jalan dari Ibukota Sinjai dan dari Manipi, Ibukota Kecamatan Sinjai Barat terputus tanah longsor.
Ia menyampaikan bahwa sejumlah titik longsor di sepanjang jalan di dua desa itu.
Material tanah longsor berupa batu dan pohon tumbang jatuh ke badan jalan.
Peristiwa tersebut terjadi pada dini hari hingga pagi tadi.
Sedang peristiwa lainnya sejumlah permukiman warga di Lappa dan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara terendam air banjir hujan. (*)