Penyakit Mulut dan Kuku

Sidrap Masuk Zona Hijau PMK, Semua Hewan yang Masuk Harus Punya Surat Kesehatan

Kabupaten Sidrap masuk zona hijau penyakit mulut dan kuku (PMK) di Provinsi Sulawesi Selatan. 

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Muh. Irham
kolase
Ilustrasi PMK-Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ditemukan di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan. 

SIDRAP, TRIBUN-TIMUR.COM - Kabupaten Sidrap masuk zona hijau penyakit mulut dan kuku (PMK) di Provinsi Sulawesi Selatan. 

Kendati demikian, Kabupaten Sidrap diimbau tetap mewaspadai penularan penyakit pada hewan berkuku belah atau genap tersebut.

Hal itu disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sulsel, Abdul Hayat saat memimpin rapat koordinasi pengendalian PMK, Selasa (19/7/2022).

Rapat dilaksanakan sehubungan meningkatnya jumlah kasus PMK di beberapa kabupaten/kota di Sulsel.

“Khusus untuk daerah zona hijau agar tetap waspada menghindari penularan PMK dari daerah yang terdampak atau masuk zona merah,” terang Abdul Hayat.

Disebutkan dalam kesempatan itu, per 18 Juli 2022 kasus PMK di Sulsel terjadi di Tana Toraja, Toraja Utara, Bone, Makassar, Gowa, Jeneponto, Bantaeng, Takalar, dan Enrekang. 

Total hewan yang sakit atau terjangkit sebanyak 577 ekor. 

Di mana 17 ekor dilakukan pemotongan bersyarat, 10 ekor mati, dan 53 ekor sembuh.

Sehingga sisa kasus PMK per 18 Juli 2022 di Sulsel sebanyak 497 ekor.

Rapat koordinasi tersebut turut diikuti Pemerintah Kabupaten Sidrap secara virtual di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 3 Kantor Bupati Sidrap. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved