Harga Ikan

Akibat Cuaca Ekstrem, Harga Ikan Tuna di Sinjai Naik Dua Kali Lipat, Pengusaha Abon Menjerit

Saat ini harga ikan di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Lappa, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan terbilang mahal.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Muh. Irham
Tribun Sinjai
Nelayan mendaratkan ikan tuna di TPI Lappa, Kecamatan Sinjai Utara. Sejak beberapa hari terakhir, harga ikan tuna di Sinjai melonjak drastis akibat cuaca ekstrem yang sering melanda daerah tersebut 

SINJAI, TRIBUN-TIMUR.COM - Cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi di wilayah perairan Sinjai-Selayar berdampak pada hasil tangkapan nelayan.

Saat ini harga ikan di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Lappa, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan terbilang mahal.

Harga ikan tuna sekarang ini mencapai Rp 80 ribu per ekor.

Sebelumnya masih di kisaran Rp 40 ribu per ekor.

Naiknya harga ikan tersebut berdampak pada produksi pengusaha abon di daerah tersebut.

"Harga ikan cukup mahal beberapa hari terakhir ini," kata salah seorang pengusaha abon di Sentra IKM Lappa Sinjai Utara, Risda, Selasa (19/7/2022).

Baca juga: Produksi Petani di Sinjai Menurun, Banyak Padi yang Rebah Jelang Panen

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Tiga Rumah Warga Bontotanga Bulukumba Rusak Diterjang Angin Kencang

Agar usaha Risda tetap berproduksi, ia menggunakan stok ikan yang ada di freezer.

Ia mengungkap bahwa naiknya harga ikan menjadi kendala pengusaha abon.

Sebab harganya melambung, ditambah nelayan banyak yang keluar daerah melaut.

"Jadi ikan yang masuk di TPI kurang," jelas Risda yang juga pemilik usaha Abon Ikan Ceria.

Terpisah seorang pengusaha abon lainnya bernama Rudi Hasbullah mengungkapkan bahwa terpaksa menggunakan tuna kecil.

"Karena mahal ikan, kami gunakan jenis tuna kecil," katanya.

Hal itu dilakukan agar usaha abon tetap bertahan dan mereka tidak rugi.  

Baca juga: Banjir Kembali Rendam Poros Maccini Panaikang-Patalassang Sinjai Timur

Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai merilis gelombang tinggi terjadi di Laut Selayar dan Laut Flores.

BPBD Sinjai mengingatkan masyarakat nelayan agar waspada terhadap cuaca ekstrem dan gelombang tinggi tersebut. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved