Citizen Reporter

Buku 'Pusaka Pustaka' Diluncurkan di Kobass Pinrang, Bahas Literasi Kepustakawanan & Moderasi

Buku terbitan Sampan Institute berjudul Pusaka Pustaka diluncurkan di Warkop Kobass, Jl Bintang, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang

Penulis: CitizenReporter | Editor: Sudirman
citizen reporter
Buku terbitan Sampan Institute berjudul Pusaka Pustaka diluncurkan di Warkop Kobass, Jl Bintang, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Jumat (16/7/2022). 

Citizen Reporter Hery Syahrullah

Melaporkan dari Pinrang

Buku terbitan Sampan Institute berjudul Pusaka Pustaka diluncurkan di Warkop Kobass, Jl Bintang, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Jumat (16/7/2022).

Buku ditulis Hery berisi kumpulan esai yang mengulas dua garis besar isu. Yakni, literasi kepustakawanan dan moderasi keberagamaan.

"Dari 20 esai yang tersuguh dalam buku ini, 13 di antaranya membahas literasi kepustakawanan dan 7 lainnya mengulas moderasi keberagamaan," kata Hery saat dikonfirmasi, Senin (18/7/2022).

Menurut Hery, buku itu ditulis berangkat dari kegelisahannya melihat kondisi perpustakaan yang gerakannya sekadar berkutat dalam hal olah-kelola buku semata.

Padahal, peran perpustakaan jauh lebih vital dari itu, yakni sebagai ruang pemantik terciptanya karya dari bakat dan minat masyarakat.

"Perpustakaan mesti mendesain gerakannya ke arah tersebut. Dalam buku ini, ditawarkan gagasan yang berkaitan dengan gerakan yang dimaksud," papar Magister Ilmu Perpustakaan ini.

Selain itu, kegelisahan penulis juga muncul dalam ranah kehidupan keberagamaan, yang notabene kerap kali dipolitisasi oleh oknum penganutnya hanya untuk kepentingan ekonomi dan politik semata.

Sehingga, tak jarang agama menjadi alat legitimasi untuk mencipta kerusuhan dan kerusakan.

"Padahal, agama sama sekali tak memiliki keterkaitan dengan kekerasan. Apapun dalih yang disampaikan untuk itu, pasti tertolak. Karena agama adalah jalan suci menuju cita-cita kemaslahatan dan perdamaian," tegas Hery.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi Sampan Institute Ilham Mustamin menjelaskan, buku itu penting untuk dibaca, sebab menyuguhkan beragam hal yang berpotensi memberi kemajuan untuk gerakan literasi dan perpustakaan di daerah.

Apalagi, dijelaskan bagaimana gerakan literasi yang efektif mampu menjadi stimulus terwujudnya moderasi di lingkungan masyarakat.

"Inilah salah satu alasan, kenapa kami tertarik untuk menerbitkan buku ini," pungkasnya.

Kegiatan itu juga dimeriahkan oleh dua toko buku. Ada Raga Buku Ajatappareng dan Interaksi Book Parepare.

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved