Wachyudi Muchsin

Buku 'Catatan Covid-19 Dokter Koboi' Dibahas di Mekkah, Bukti Dedikasi Aksi Kemanusiaan

Buku setebal 148 halaman ini berisi tentang pengalaman dr Wachyudi Muchsin selama terlibat memutus penyebaran covid-19 dua tahun terakhir ini.

Editor: Sudirman
dr Wachyudi Muchsin
Buku dr Wachyudi Muchsin "Catatan Covid-19 Dokter Koboi" menuai pujian di Mekkah. Buku ini menjadi topik diskusi jamaah haji plus tazkiyah dan konsorsium di Hotel Pulman Zam Zam Makkah, arab saudi, Minggu (17/7/2022). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Buku dr Wachyudi Muchsin "Catatan Covid-19 Dokter Koboi" menuai pujian di Mekkah.

Buku ini menjadi topik diskusi jamaah haji plus tazkiyah dan konsorsium di Hotel Pulman Zam Zam Mekkah, Arab Saudi, Minggu (17/7/2022).

Buku setebal 148 halaman ini berisi tentang pengalaman dr Wachyudi Muchsin selama terlibat memutus penyebaran Covid-19 dua tahun terakhir ini.

Baca juga: Buku Catatan Covid-19 Dokter Koboi Pecahkan Rekor, Hasil Penjualannya untuk Bantu Penderita Kanker

Baca juga: 16 Kloter Embarkasi Makassar Jalani Ibadah di Mekkah, Khaeroni: Alhamdulillah Sehat Semua

Buku ini menggandeng editor senior Fachruddin Palapa dan Faisal Syam. 

Pembimbing Haji Plus Tazkiyah Global Mandiri, Salahuddin Ayub Fachruddin, mengatakan buku catatan Covid-19 dokter koboi sebagai bentuk dedikasi serta totalitas dr Wachyudi Muchsin terhadap kemanusiaan.

Sehingga tidak perlu diragukan misi kemanusiaan yang dilakukan dr Wachyudi Muchsin.

"Misi kemanusian muncul dari hati yang tulus, maka juga akan sampai ke hati," ujar Salahuddin Ayub Fachruddin.

Apalagi Covid-19 membuat dunia lumpuh termasuk ibadah haji berhenti dua tahun.

Buku dr Wachyudi Muchsin hadir memberikan informasi bagi masyarakat bagaimana menghadapi serta terhindar dari virus mematikan ini.

Salahuddin Ayub Fachruddin juga memuji dr Wachyudi Muchsin karena seluruh penjualan bukunya disumbangkan ke penderita anak kanker.

Sementara dr Wachyudi Muchsin mengatakan, ia hanya mencoba menulis di media sosial pengalamannya selama aktif menangangi Covid-19 bersama teman sejawat di IDI Makassar.

Namun tim editor melihat ada sesuatu yang perlu di tuliskan dalam sebuah buku sebagai warisan ilmu kepada siapa saja.

"Sehingga jadilah buku sederhana ini, “ ujarnya.

Yudi menambahkan penerbitan buku ini juga menggandeng misi sosial.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved