Opini Tribun Timur

Menyoal Urgensitas Arah Kiblat Masjid di Sulawesi Selatan

Problematika urgensitas arah kiblat di Indonesia masih banyak menuai dinamika yang terjadi dalam sosio-kultur umat Islam.

Editor: Sudirman
Fathur Muhammad
Fathur Muhammad Alumni Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar 

Fathur Muhammad

Alumni Ilmu Falak UIN Alauddin Makassar dan Mahasiswa Magister Ilmu Falak (Astronomi Islam) Pascasarjana UIN Walisongo Semarang

Problematika urgensitas arah kiblat di Indonesia masih banyak menuai dinamika yang terjadi dalam sosio-kultur umat Islam.

Khususnya dalam penentuan arah kiblat, karena pada zaman dahulu orang-orang menentukan arah kiblat hanya dengan menandai arah mata angina dan kompas seadanya.

Atau memberi tanda sesuai arah dimana posisi matahari terbenam. Sehingga menimbulkan problematika mengenai arah kiblat.

Arah kiblat sudah menjadi suatu hal yang dipandang wajib oleh para ulama, ahli falak dan ahli astronomi di Indonesia.

Namun peninjauan ulang tentang arah kiblat masih mengalami banyak persoalan dan ketidakseimbangan antara pengetahuan klasik dan modern yang didukung oleh perkembangan teknologi.

Sehingga mengharuskan pengkajian secara terstruktur dan sistematis, untuk menghindari ketimpangan yang terjadi di tengah-tengah polemik masyarakat muslim, khususnya di Sulawesi Selatan.

Peran sarjanawan muslim dalam perkembangan arah kiblat di Sulawesi Selatan masih sangat minim atau terbilang sedikit.

Hal itu dikarenakan kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat dan takmir masjid mengenai persoalan ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved